Meng Jiang Nu Menangis di Tembok Besar
Suaminya diseret untuk membangun Tembok Besar. Ketika musim dingin mendekat, ia berjalan ribuan li membawa sehelai baju hangat, tanpa tahu apa yang…
Suaminya diseret untuk membangun Tembok Besar. Ketika musim dingin mendekat, ia berjalan ribuan li membawa sehelai baju hangat, tanpa tahu apa yang…
Huineng tidak bisa membaca, tetapi bisa menjelaskan isi sutra. "Kata-kata hanyalah jari yang menunjuk bulan. Jari bukanlah bulan."
Tiga tahun ia tak bicara, tak tersenyum, tak berjalan. Lalu musuh datang, dan kalimat pertamanya mengejutkan seluruh desa.
Lomba menggambar ular untuk sekendi arak. Si pemenang sudah memegang kendinya, lalu memutuskan menambahkan kaki pada ularnya.
Seorang yatim piatu dibesarkan di puri dan dicarikan jodoh oleh rajanya sendiri. Lalu sang raja melihat pengantin itu untuk pertama kalinya.
Dua angsa membawa sahabatnya terbang dengan sebatang ranting. Syaratnya cuma satu: jangan membuka mulut. Lalu orang-orang di bawah mulai mengejek.
Setiap pagi, satu butir telur emas. Bagi petani dan istrinya, itu terasa terlalu lambat, hingga mereka mengambil keputusan yang fatal.
Sembilan bersaudara, seorang adik perempuan, dan seorang pemuda yang mencintainya. Ketika tuduhan melanggar adat dijatuhkan, tak ada lagi yang mau mendengar penjelasan.
Semua yang datang kepadanya benar-benar membutuhkan pertolongan, dan ia tak pernah tega menolak. Sedikit demi sedikit, tangki minyaknya berkurang.
Empat tahun disiram, tak ada yang tumbuh. Tetangga menertawakan Arif. Lalu pada tahun kelima, bambu itu menjulang melampaui atap.