Hoca dan Tepung di Tali Jemuran
Tali jemuran itu kosong, dan tetangga yang gemar meminjam sudah menunggu di balik pagar. Hoca pun masuk sebentar untuk bertanya kepada istrinya.
Kumpulan kisah
Tali jemuran itu kosong, dan tetangga yang gemar meminjam sudah menunggu di balik pagar. Hoca pun masuk sebentar untuk bertanya kepada istrinya.
Tiga Jumat berturut-turut Hoca naik mimbar dengan satu pertanyaan yang sama. Jemaah menyusun rencana agar ia tak bisa mengelak lagi.
Dua undangan kenduri pada hari yang sama, satu di hulu dan satu di hilir. Pak Lebai menghitung dengan cermat mana yang paling…
Si Luncai dimasukkan ke dalam karung untuk dibuang ke laut. Dari dalam karung, ia menawarkan untuk mengajari para pendayung sebuah lagu.
Seorang cendekiawan datang ke istana Akbar dengan ilmu segudang, dan ditugaskan mengurus ayam. Para akuntan istana lalu menemukan sesuatu yang ganjil.
Seisi pasar menertawakan Hoca yang menunggang keledai menghadap ekor. Muridnya malu dan bertanya, dan jawabannya sulit dibantah.
Mak Andeh menyuruh suaminya memancing dengan umpan belalang rusa. Tak lama kemudian, dari arah sungai terdengar bunyi yang menggegerkan.
Juan Pusong mengaku belajar meramal di sekolah, tempat yang jarang ia datangi. Bakatnya yang sebenarnya adalah memanjat pohon di dekat dapur.
Tetangganya datang meminjam keledai, dan Juha sudah punya alasan yang sempurna. Sayang, ada satu pihak yang tidak diajak bekerja sama.
Hoca menjual rumahnya dengan satu syarat aneh: sebatang paku di dinding tetap miliknya. Si pembeli tertawa, untuk sementara.