Tiga Cendekia, Satu Orang Berakal, dan Seekor Singa
Tiga cendekia ingin memamerkan ilmu: menyusun tulang, memberi daging, lalu menghidupkan seekor singa. Hanya sahabat mereka yang "tidak berilmu" yang memanjat pohon.
Kumpulan kisah
Tiga cendekia ingin memamerkan ilmu: menyusun tulang, memberi daging, lalu menghidupkan seekor singa. Hanya sahabat mereka yang "tidak berilmu" yang memanjat pohon.
Seorang pangeran terpikat pada bungsu dari tujuh putri Seri Bunga Tanjung. Pinangannya ditolak, dan seorang ibu harus memutuskan cara melindungi anak-anaknya.
Siapa yang lebih kuat? Angin Utara mengerahkan seluruh tiupannya untuk merenggut mantel seorang pengembara. Matahari punya cara lain.
Tabib bilang perut Baginda terkena serangan angin. Abu Nawas pun diberi tiga hari untuk menangkap dan memenjarakan si pelaku.
Uang seratus ribu itu diremas, dijatuhkan, lalu diinjak. Anehnya, semua orang di ruangan masih menginginkannya.
Sebuah alat di bengkel ayahnya merenggut penglihatannya pada usia tiga tahun. Saat remaja ia memecahkan masalah yang tak terpecahkan orang dewasa.
Seorang kenalan datang tergopoh-gopoh membawa kabar panas. Sokrates hanya meminta tiga hal sebelum mau mendengarkannya.
Kain ajaib yang tak terlihat oleh orang bodoh. Semua orang memujinya, sampai seorang anak kecil berani berkata jujur.
Seekor rubah terperosok ke dalam sumur dan tidak bisa naik. Lalu datang seekor kambing kehausan, dan si rubah mulai memuji kesegaran airnya.
Penjaga istana meminta separuh hadiah Abu Nawas. Abu Nawas setuju, lalu meminta hadiah yang tak terduga: seratus pukulan rotan.