Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Uang Kertas yang Lecek

2 menit baca

Lecek atau licin, nilai uang tidak berubah, begitu juga nilai diri kita. Gambar: Jonny-mt · CC BY 3.0 · sumber

Seorang motivator terkenal membuka seminarnya dengan cara yang membuat semua peserta tertegun. Tanpa berkata apa-apa, ia mengeluarkan selembar uang kertas seratus ribu rupiah yang masih baru dan mengangkatnya tinggi-tinggi.

“Siapa yang mau uang ini?” tanyanya.

Hampir semua tangan di ruangan itu terangkat. Beberapa peserta tertawa sambil berseru, “Saya, Pak! Saya!”

“Baik,” katanya. “Saya akan memberikan uang ini kepada salah satu dari Anda. Tapi sebelumnya, izinkan saya melakukan sesuatu.”

Ia lalu meremas uang itu kuat-kuat sampai menjadi gumpalan kecil yang kusut. Kemudian ia membukanya kembali, memperlihatkan lembaran yang kini lecek dan penuh lipatan.

“Siapa yang masih mau uang ini?”

Tangan-tangan kembali terangkat, sama banyaknya seperti tadi.

Sang motivator mengangguk. Ia menjatuhkan uang itu ke lantai, lalu menginjaknya dengan sepatunya dan menggesek-gesekkannya ke lantai. Ketika ia memungutnya kembali, uang itu tidak hanya lecek, tetapi juga kotor dan bernoda debu.

“Nah, sekarang bagaimana? Siapa yang masih mau?”

Semua tangan masih terangkat. Ruangan riuh dengan tawa.

Ia tersenyum dan menurunkan uang itu perlahan. “Bapak dan Ibu sekalian, hari ini Anda semua sudah belajar sesuatu yang sangat penting. Apa pun yang saya lakukan terhadap uang ini, Anda tetap menginginkannya. Mengapa? Karena nilainya tidak berkurang sedikit pun. Ia tetap bernilai seratus ribu rupiah.”

“Dalam hidup, kita juga sering diremas, dijatuhkan, dan diinjak-injak. Oleh keputusan yang salah, oleh keadaan yang sulit, oleh orang-orang yang meremehkan kita. Lalu kita merasa diri kita tidak berharga lagi. Tetapi apa pun yang terjadi, nilai diri Anda tidak hilang. Lecek bukan berarti tidak bernilai. Kotor bukan berarti tidak berharga.”

Di barisan belakang, seorang ibu muda yang baru saja kehilangan pekerjaannya menyeka air mata. Untuk pertama kalinya dalam berminggu-minggu, ia merasa dirinya masih berarti.

Di akhir sesi, uang lecek itu diberikan kepada seorang peserta yang beruntung. Tetapi pelajaran tentang nilai diri dibawa pulang oleh semua orang.

Sejak hari itu, setiap kali merasa gagal, ibu muda itu mengingat lembaran uang yang lecek tadi, lalu bangkit lagi.

💖 Pesan Moral

  • Nilai dirimu tidak ditentukan oleh apa yang menimpamu, melainkan oleh siapa dirimu.
  • Kegagalan dan luka bisa membuat kita “lecek”, tetapi tidak menghapus harga kita.
  • Hargai juga orang lain yang sedang jatuh; mereka tetap berharga seperti kita.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari perumpamaan populer tentang uang kertas yang diremas dan diinjak, yang beredar dalam berbagai versi seminar motivasi; penulis aslinya tidak diketahui.