Gudang Inspirasi Hidup
Humor

Juha dan Pinjaman Keledai

3 menit baca

Wajah seekor keledai di Mesir. Inilah saksi yang membocorkan rahasia Juha. Gambar: Mohamed Usama Ismail · CC BY-SA 4.0 · sumber

Di seluruh negeri Arab, hanya ada sedikit orang yang namanya bisa membuat orang tersenyum sebelum ceritanya dimulai, dan salah satunya adalah Juha. Ada yang menyebutnya orang bodoh, ada yang menyebutnya orang bijak, dan yang lain berkata ia pandai menjadi keduanya, tergantung siapa yang bertanya.

Juha punya seekor keledai. Hewan itu tidak gagah dan tidak pula cepat, tetapi setia, dan bagi Juha itu sudah cukup. Dengan keledai itu ia ke pasar, ke kebun, dan pulang lagi. Sayangnya, Juha punya tetangga yang tidak punya keledai, dan orang itu tahu persis di mana kandang Juha.

Setiap kali ada urusan, tetangga itu datang mengetuk pintu. Setiap kali meminjam, keledai Juha kembali dalam keadaan lelah, dan terima kasihnya tidak pernah sebanding. Juha sudah berkali-kali menghela napas melihat hewannya pulang dengan kaki gemetar.

Suatu pagi, ketika Juha sedang duduk menikmati sarapannya di depan rumah, tetangga itu datang dengan tergesa-gesa.

“Assalamu’alaikum, wahai Juha! Aku mendapat urusan mendadak dan harus pergi jauh hari ini juga. Tolong pinjamkan keledaimu.”

Juha mengunyah rotinya pelan-pelan. Ia sudah bisa melihat masa depan keledainya hari itu. Dengan wajah penuh penyesalan ia menggeleng.

“Aduh, sayang sekali, tetanggaku. Engkau datang terlambat. Keledai itu sudah kujual kemarin.”

Si tetangga terdiam. Ia menghela napas kecewa, lalu sudah hendak berbalik pergi.

Tepat pada saat itu, dari kandang di belakang rumah terdengar suara yang tidak mungkin salah. Panjang, nyaring, dan sangat bersemangat.

“Hiii-haaa! Hiii-haaa!”

Si tetangga menoleh perlahan. Ia memandang ke arah kandang, lalu menatap Juha lekat-lekat. Alisnya naik sebelah.

“Juha,” katanya, “bukankah itu suara keledaimu?”

Suasana hening sejenak. Orang lain mungkin akan malu, gugup, atau meminta maaf. Juha malah bangkit berdiri. Ia meletakkan rotinya, membetulkan serban, dan menegakkan badan dengan martabat yang sangat tersinggung.

“Celaka engkau!” serunya. “Kita sudah bertetangga bertahun-tahun, janggutku sudah memutih, dan engkau lebih percaya pada kata seekor keledai daripada kata-kataku?”

Si tetangga membuka mulut, tetapi tak ada suara yang keluar. Ia tidak tahu harus marah atau tertawa. Pada akhirnya ia pergi sambil menggeleng, mencari pinjaman di tempat lain, sedangkan Juha duduk lagi dan melanjutkan sarapannya.

Di kandang, keledai itu berbunyi sekali lagi. Juha hanya mengangkat bahu.

💖 Pesan Moral

  • Jangan terlalu sering meminjam milik orang, apalagi kalau mengembalikannya dalam keadaan lebih buruk. Kebaikan tetangga juga ada habisnya.
  • Bohong selalu punya suara. Cepat atau lambat, ia akan meringkik dari belakang rumah.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari anekdot Juha, tokoh jenaka dunia Arab, salah satu versi. Anekdot yang sama juga dikenal dalam kisah-kisah Nasreddin Hoca di Turki.