“Oh, Benarkah Begitu?”
Difitnah sebagai ayah seorang bayi, guru Zen Hakuin tidak membela diri. Ia hanya berkata, "Oh, benarkah begitu?" lalu merawat bayi itu dengan…
Kumpulan kisah
Difitnah sebagai ayah seorang bayi, guru Zen Hakuin tidak membela diri. Ia hanya berkata, "Oh, benarkah begitu?" lalu merawat bayi itu dengan…
Seorang pemuda miskin keluar dari kuil dengan sebatang jerami di tangan dan pesan mimpi yang aneh. Benda sepele itu ternyata awal dari…
Mengapa pengantin lelaki Khmer memegang selendang pengantin perempuannya? Jawabannya ada di dasar laut, di istana raja naga.
Seekor kelinci mati menabrak tunggul di ladangnya. Sejak hari itu, petani dari negeri Song meletakkan cangkulnya dan menunggu kelinci berikutnya.
Sang pangeran Luwu jatuh cinta pada perempuan yang tak boleh ia miliki. Hanya satu orang yang berani menghadapinya dan menunjukkan jalan keluar.
Yang meraba telinga bilang gajah seperti nyiru, yang memegang kaki bilang seperti tiang. Semuanya jujur, semuanya keliru, lalu mereka bertengkar.
Seorang putri langit yang menolak dijodohkan turun melalui seutas benang ke lautan tanpa daratan. Di sana menunggu pekerjaan yang belum pernah dilakukan…
Kelinci yang sombong yakin bisa menang sambil tidur siang. Kura-kura tidak cepat, tetapi ia tidak pernah berhenti melangkah.
Seorang dosen mengisi toples dengan batu, kerikil, pasir, lalu air. Pelajarannya bukan soal menyelipkan lebih banyak kesibukan.
Seorang anak delapan tahun membawa stoples uang logam ke apotek. Ia ingin membeli sesuatu yang tidak dijual di mana pun.