Kepalan Tangan Guru Mokusen
Seorang istri sangat kikir. Guru Mokusen datang tanpa ceramah, hanya mengepalkan tangan lalu membukanya. "Kalau selalu begini, kau sebut apa?"
Kumpulan kisah
Seorang istri sangat kikir. Guru Mokusen datang tanpa ceramah, hanya mengepalkan tangan lalu membukanya. "Kalau selalu begini, kau sebut apa?"
Ukuran kakinya tertinggal di rumah, jadi ia pulang mengambilnya. Kenapa tidak dicoba langsung dengan kakinya? Jawabannya membuat kita tersenyum, lalu berpikir.
Seorang gadis ajaib lahir dari bunga kelapa dan memberi hadiah makin mahal setiap malam. Di tengah tarian Maro, orang-orang mulai iri.
Raja membagikan kucing dan sapi perah agar kota bebas tikus. Kucing semua orang jadi gemuk, kecuali kucing Tenali Raman yang lari setiap…
Tubuhnya hanya sebesar jari kelingking. Ketika sekampung lari dari para raksasa, ia satu-satunya yang memilih tinggal.
Nangkanya terlalu berat dan rumah mertuanya terlalu jauh. Untungnya, Si Kabayan selalu punya cara untuk tidak bekerja keras.
Anak-anaknya selalu bertengkar. Maka sang ayah meminta mereka mematahkan seikat ranting, lalu sebatang ranting.
Ditampar sahabatnya, ia menulis di pasir. Diselamatkan sahabat yang sama, ia memahat di batu. Mengapa berbeda?
Naskah yang ia sembunyikan di dalam jasnya hilang di Auschwitz. Keinginan menulisnya kembali ikut membuatnya bertahan.
Seekor serigala meneror kota Gubbio dan senjata tak mempan. Seorang biarawan miskin keluar menemuinya, membawa sebuah tawaran.