Viktor Frankl Menemukan Makna di Kamp
Viktor Frankl pada usia lanjut, dalam jas putih. Gambar: Prof. Dr. Franz Vesely · CC BY-SA 3.0 · sumber
Ketika Viktor Frankl tiba di Auschwitz pada 1944, ia menyembunyikan naskah buku di lapisan dalam jasnya. Itu adalah karya tentang gagasan yang sudah ia kembangkan bertahun-tahun. Para penjaga merampas pakaiannya, dan naskah itu hilang bersamanya.
Frankl lahir di Wina pada 26 Maret 1905. Ia dokter ahli saraf dan jiwa. Sejak 1926 ia mengembangkan teori yang ia sebut logoterapi.
Pada 1941 ia menikah dengan Tilly Grosser, seorang perawat. Sembilan bulan kemudian, pada 1942, sebagai orang Yahudi di bawah kekuasaan Nazi, ia dan keluarganya dikirim ke kamp Theresienstadt. Ayahnya meninggal di sana karena kelaparan dan radang paru. Pada 1944 mereka yang tersisa dibawa ke Auschwitz. Ibunya dibunuh di kamar gas, dan saudara lelakinya juga tewas di Auschwitz. Istrinya meninggal kemudian di Bergen-Belsen. Frankl sendiri melewati empat kamp selama sekitar tiga tahun.
Kisahnya kerap disebut “di Auschwitz”, padahal Frankl hanya beberapa hari di sana, di area tahanan transit. Ia lalu dipindahkan ke Kaufering III, kamp kerja cabang Dachau. Sebagian besar masa kamp ia jalani di luar Auschwitz.
Di kamp, Frankl tidak hanya menjadi korban. Ia juga seorang pengamat. Ia menyaksikan bagaimana orang-orang dalam keadaan yang sama menjalaninya secara berbeda, dan ia melihat bahwa mereka yang masih memegang sesuatu untuk dijalani, entah orang tercinta yang mungkin menanti atau tugas yang belum selesai, cenderung lebih kuat bertahan. Dirinya sendiri punya tugas: naskah yang hilang itu. Ia berusaha menyusunnya kembali dari ingatan di atas potongan-potongan kertas kecil. Dalam bukunya ia menyatakan usaha itu ikut membuatnya tetap hidup dan bersemangat.
Setelah perang ia kembali ke Wina dan memimpin bagian neurologi di sebuah poliklinik. Di sana, dalam waktu sembilan hari, ia menulis buku tentang pengalamannya, yang terbit dalam bahasa Jerman pada 1946. Terjemahan bahasa Inggrisnya pada 1959, Man’s Search for Meaning, menjadi buku yang sangat laris di seluruh dunia. Naskah yang hilang pun akhirnya terbit sebagai The Doctor and the Soul.
Pada 1947 ia menikah lagi dengan Eleonore Schwindt. Frankl terus mengajar dan menulis puluhan buku sampai wafat pada 2 September 1997 dalam usia 92 tahun.
💖 Pesan Moral
- Sesuatu yang belum selesai bisa menjadi alasan untuk bertahan. Naskah yang hilang memberi Frankl tugas di tempat yang tak memberi harapan.
- Keadaan yang sama tidak selalu menghasilkan orang yang sama. Pengamatannya mengajak kita memperhatikan cara kita menyikapi yang tak bisa diubah.
- Penderitaan orang lain tak boleh disederhanakan. Makna yang ia temukan tidak membuat kekejaman itu menjadi baik, dan kisahnya tak perlu dibuat lebih dramatis dari kenyataan.
Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Viktor E. Frankl dan bukunya, Man’s Search for Meaning.