Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Ibu Mencius Pindah Tiga Kali (孟母三迁)

3 menit baca

"San Qian Ze Li" (三遷擇里), ilustrasi Dinasti Ming tentang ibu Mencius yang pindah tiga kali demi mencari lingkungan terbaik bagi anaknya. Gambar: 胡文煥(明朝萬曆年間出版) · Public domain · sumber

Mengzi, yang di Barat dikenal sebagai Mencius, adalah filsuf besar penerus ajaran Konfusius. Namanya dihormati selama lebih dari dua ribu tahun. Tetapi sebelum menjadi seorang guru besar, ia hanyalah seorang anak kecil yang dibesarkan sendirian oleh ibunya. Ayahnya meninggal ketika Mengzi masih sangat kecil.

Mula-mula mereka tinggal di dekat sebuah pemakaman. Setiap hari, Mengzi kecil melihat orang-orang datang untuk menguburkan jenazah, menangis, dan melakukan upacara perkabungan. Tak lama kemudian, ia mulai menirunya. Bersama teman-temannya, ia bermain menggali tanah, membuat gundukan kuburan kecil, dan berpura-pura meratap.

Ibunya memperhatikan dengan cemas. “Ini bukan tempat yang baik untuk membesarkan anakku,” katanya dalam hati. Maka ia mengemasi barang-barangnya dan pindah.

Rumah mereka yang kedua terletak di dekat sebuah pasar. Suasananya ramai sekali. Pedagang berteriak menawarkan barang, pembeli tawar-menawar, tukang jagal memotong hewan. Tak butuh waktu lama, Mengzi kecil mulai bermain jual-beli, menirukan gaya para pedagang yang berteriak dan menawar dengan cerdik.

Sekali lagi, ibunya menggeleng. “Ini juga bukan tempat yang baik untuk anakku.” Meski hidup mereka pas-pasan dan pindah rumah bukan perkara mudah, ia kembali berkemas.

Kali ketiga, mereka pindah ke sebuah rumah di dekat sekolah. Di sana Mengzi melihat para pelajar dan guru setiap hari. Ia memperhatikan bagaimana mereka memberi hormat dengan sopan, bagaimana mereka berbicara dengan tertib, dan bagaimana mereka membaca serta mempelajari tata krama. Mengzi kecil pun mulai menirunya. Ia bermain mengatur sesaji, membungkuk memberi salam, dan berlatih bersikap santun.

Barulah ibunya tersenyum lega. “Inilah tempat yang tepat untuk anakku tinggal.” Dan di sanalah mereka menetap.

Kisah ini tercatat dalam kitab Lienü Zhuan, kumpulan riwayat perempuan teladan yang disusun oleh Liu Xiang pada masa Dinasti Han. Kitab yang sama juga menceritakan bagaimana ibu Mengzi kelak memotong kain tenunannya di depan putranya yang malas belajar, untuk menunjukkan bahwa belajar yang berhenti di tengah jalan sama sia-sianya dengan kain yang terpotong.

Dari kisah ini lahir peribahasa 孟母三迁 (Mèng mǔ sān qiān), “Ibu Meng pindah tiga kali”. Peribahasa ini dipakai untuk menggambarkan pengorbanan orang tua demi pendidikan anak, sekaligus mengingatkan betapa besarnya pengaruh lingkungan terhadap tumbuh kembang seorang anak. Ungkapan ini bahkan tercantum dalam Kitab Tiga Aksara (三字经), buku pelajaran pertama anak-anak Tiongkok selama berabad-abad.

💖 Pesan Moral

  • Anak belajar paling banyak dari apa yang ia lihat setiap hari. Lingkungan adalah guru yang tidak pernah libur.
  • Orang tua yang bijak berani berkorban demi masa depan anaknya, meski harus memulai dari awal.
  • Kita pun memilih “lingkungan” kita sendiri: teman, bacaan, dan tontonan membentuk siapa diri kita.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kitab Lienü Zhuan (Riwayat Perempuan Teladan) karya Liu Xiang (abad ke-1 SM), bagian tentang ibu Mengzi, asal-usul peribahasa 孟母三迁.