Tuan Nanguo, Peniup Yu Gadungan (滥竽充数)
Ia tidak bisa meniup alat musik, tetapi bertahun-tahun digaji sebagai pemain di orkestra tiga ratus orang. Sampai raja yang baru ingin mendengar…
Kumpulan kisah
Ia tidak bisa meniup alat musik, tetapi bertahun-tahun digaji sebagai pemain di orkestra tiga ratus orang. Sampai raja yang baru ingin mendengar…
Baginda dan delapan belas menterinya menyiapkan permainan di kolam air panas, dan semua orang tahu aturannya kecuali Abu Nawas.
Perisainya tak tertembus, tombaknya menembus apa saja. Lalu seorang pembeli bertanya satu hal sederhana, dan lahirlah kata Tionghoa untuk "kontradiksi".
Kaisar Akbar bertanya berapa jumlah gagak di seluruh kota. Birbal menjawab dengan angka yang sangat tepat, lengkap dengan alasan kalau hitungannya meleset.
Kuda ditukar sapi, sapi ditukar domba, dan akhirnya pulang membawa sekarung apel busuk. Dua orang asing bertaruh sang istri pasti murka.
Gara-gara sebuah mimpi, Abu Nawas diusir dari kampungnya dan dilarang pulang dengan menunggang keledai. Maka, ketika seekor keledai terlihat mendekat, Baginda sudah…
Baginda ingin istananya dipindahkan ke puncak gunung. Abu Nawas menyanggupinya dengan dua syarat yang membuat seluruh negeri berkumpul.
Tabib bilang perut Baginda terkena serangan angin. Abu Nawas pun diberi tiga hari untuk menangkap dan memenjarakan si pelaku.
Penjaga istana meminta separuh hadiah Abu Nawas. Abu Nawas setuju, lalu meminta hadiah yang tak terduga: seratus pukulan rotan.
Rumahnya terlalu sesak, tapi Abu Nawas malah menyuruhnya memasukkan ayam, kambing, dan keledai. Hasilnya di luar dugaan.