Sunita, Pembuang Bunga Layu
Pekerjaannya membuang bunga busuk sisa persembahan, dan orang-orang menjauhinya. Suatu hari ia menjatuhkan pikulannya di pinggir jalan.
Kumpulan kisah
Pekerjaannya membuang bunga busuk sisa persembahan, dan orang-orang menjauhinya. Suatu hari ia menjatuhkan pikulannya di pinggir jalan.
Buah jambu ranum menggantung rendah. Juan memilih berbaring dan membuka mulut lebar-lebar, menunggu buah itu jatuh sendiri. Seharian.
Seorang saudagar mengundang Ikkyu makan siang, lalu memasang papan larangan di satu-satunya jembatan menuju rumahnya. Bocah biksu itu membaca papan tersebut dua…
Lahir dari buah persik raksasa, Momotaro berangkat melawan para raksasa jahat. Bekalnya hanya kue kibi dango, yang ia bagi dengan anjing, monyet,…
Seorang hamba memergoki makhluk air yang mencuri ikannya, lalu mencengkeram janggutnya. Permintaan yang ia ajukan malam itu mengubah hidupnya.
Lonceng curiannya berbunyi nyaring setiap kali dipukul. Solusi si pencuri: tutup telinga sendiri, supaya tidak ada yang mendengar.
Guru Drona bertanya kepada setiap muridnya: apa yang kau lihat? Semua melihat pohon, burung, dan guru. Hanya Arjuna yang memberi jawaban berbeda.
Kweiya anak yang rajin dan disayang orang tuanya. Pujian itulah yang pelan-pelan menumbuhkan iri di hati saudara-saudara tirinya.
Sawahnya hanya seluas tangguk, tetapi bisa dipanen setiap hari. Suatu pagi Putri Tangguk terpeleset di jalan, dan ia mengucapkan sumpah yang ganjil.
Disuruh mencari tutut, Kabayan malah duduk di pematang dengan alasan yang sangat serius: sawah itu terlalu dalam.