Till Eulenspiegel dan Pengobatan Orang Sakit
Sungai Pegnitz di Nürnberg, kota yang menjadi latar kisah ini. Gambar: Karl Gritschke (1923-1990), uploaded by: Moros · Public domain · sumber
Till Eulenspiegel adalah tukang olok-olok paling terkenal di negeri Jerman. Ia mengembara dari kota ke kota, bekerja sebentar, mengacaukan segalanya, lalu pergi sebelum orang sadar. Suatu ketika ia tiba di Nürnberg dan memasang pengumuman di pintu-pintu gereja: telah datang seorang tabib agung yang mampu menyembuhkan segala penyakit.
Berita itu cepat sampai ke telinga pengurus Rumah Sakit Roh Kudus. Rumah sakit itu penuh sesak. Dua ratus orang berbaring di sana, dan pengurusnya pusing memikirkan biaya. Ia segera mendatangi sang tabib.
“Kalau Tuan mampu mengurangi jumlah pasien saya, sebanyak apa pun, saya akan membayar dengan pantas.”
Till mengelus dagu. “Saya bisa membuat semuanya berjalan keluar dalam sehari. Bayarannya besar, dan saya hanya menerima bila mereka sudah keluar semua.”
Pengurus itu setuju dengan gembira. Till masuk ke bangsal, lalu mendekati pasien pertama. Ia membungkuk dan berbisik sangat pelan di telinganya.
“Dengar baik-baik, dan jangan beri tahu siapa-siapa. Besok pagi saya harus membuat obat untuk semua orang di sini. Caranya, yang paling parah sakitnya akan saya bakar sampai jadi abu. Abunya dicampurkan ke minuman yang lain. Karena itu, nanti kalau saya berteriak ‘Yang tidak sakit, keluar!’, pastikan kamu bukan yang terakhir di dalam ruangan.”
Pasien itu menelan ludah. Till berpindah ke tempat tidur berikutnya dan membisikkan hal yang sama. Begitu seterusnya sampai pasien yang kedua ratus. Setiap orang merasa hanya dialah yang diberi tahu rahasia itu.
Esok paginya Till berdiri di tengah bangsal dan berseru sekeras-kerasnya, “Siapa yang tidak sakit, silakan keluar sekarang!”
Terjadilah keajaiban terbesar dalam sejarah kedokteran Nürnberg. Orang lumpuh melompat. Yang sudah sebulan tak bisa bangun berlari lebih dulu. Yang berjalan pakai tongkat meninggalkan tongkatnya. Yang demam berkeringat lebih deras daripada biasanya, tetapi kali ini karena alasan lain. Dalam sekejap tangga rumah sakit dipenuhi orang yang saling mendahului. Tak seorang pun sudi menjadi orang terakhir.
Pengurus rumah sakit menyaksikan dari jendela dengan mata berkaca-kaca. Ruangan kosong melompong! Ia memeluk Till, membayarnya penuh, dan berterima kasih tak henti-henti. Till menyimpan uang itu dan langsung meninggalkan kota.
Beberapa hari kemudian pintu rumah sakit diketuk. Satu per satu pasien kembali, dengan keluhan yang sama seperti sebelumnya. Pengurus itu bingung.
“Bukankah kalian sudah disembuhkan oleh tabib agung itu?”
Barulah, sambil mengeluh, mereka menceritakan apa yang dibisikkan orang itu ke telinga masing-masing. Pengurus rumah sakit terduduk. Ia telah membayar mahal untuk ruangan yang kosong selama beberapa hari, dan tabib itu sudah jauh sekali.
💖 Pesan Moral
- Bayar untuk hasil yang bertahan, bukan untuk pertunjukan satu hari.
- Rasa takut menggerakkan orang lebih cepat daripada obat, tetapi tidak menyembuhkan apa-apa.
- Waspadai janji yang terlalu mudah. Dan bila ada orang berbisik “jangan bilang siapa-siapa”, ada kemungkinan ia membisikkan hal yang sama kepada dua ratus orang.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari buku rakyat Jerman tentang Till Eulenspiegel (awal abad ke-16), kisah ke-17, yang berlatar Rumah Sakit Roh Kudus di Nürnberg. Tokoh dan peristiwanya adalah fiksi jenaka.