Gudang Inspirasi Hidup
Humor

Orang-Orang Bijak Chelm Menangkap Bulan

3 menit baca

Bulan di air tampak begitu dekat, seolah bisa ditangkap. Gambar: W.carter · CC0 · sumber

Dalam cerita-cerita rakyat Yahudi Eropa Timur, ada sebuah kota bernama Chelm. Konon, penduduk Chelm menganggap diri mereka orang-orang paling bijak di dunia. Para tetua kota bersidang setiap kali ada masalah, berpikir keras berhari-hari, dan selalu menemukan jalan keluar yang menurut mereka paling cerdas. Hanya saja, orang dari kota lain sering tertawa terpingkal-pingkal mendengar keputusan mereka.

Suatu ketika, para tetua Chelm menghadapi masalah besar. Pada malam-malam ketika bulan purnama bersinar terang, jalanan Chelm tampak indah dan aman. Orang bisa berjalan pulang tanpa tersandung. Tetapi pada malam-malam tanpa bulan, kota itu gelap gulita. Orang menabrak pagar, tercebur ke parit, dan kambing-kambing tersesat.

“Sungguh sayang,” kata seorang tetua sambil mengelus janggut. “Cahaya bulan terbuang percuma ketika malam sudah terang, padahal kita sangat membutuhkannya di malam yang gelap.”

Mereka bersidang tujuh hari tujuh malam. Akhirnya, tetua yang paling bijak mengangkat tangan. “Aku punya gagasan! Kita tangkap saja bulan itu ketika sedang purnama, lalu kita simpan. Nanti di malam yang gelap, kita keluarkan lagi.”

Semua tetua bertepuk tangan. “Luar biasa! Tapi bagaimana cara menangkapnya?”

Tetua itu tersenyum puas. “Mudah. Kita siapkan sebuah tong besar berisi air. Ketika bulan memantul di dalam air, cepat-cepat kita tutup tongnya rapat-rapat. Bulan akan terperangkap di dalamnya!”

Pada malam purnama berikutnya, seluruh penduduk Chelm berkumpul di alun-alun. Sebuah tong besar diisi air sampai penuh. Benar saja, bayangan bulan yang bulat dan terang tampak berkilauan di permukaan air. “Sekarang!” seru sang tetua. Dengan cepat mereka menutup tong itu dengan papan, memakunya kuat-kuat, lalu mengikatnya dengan tali. Mereka bahkan menyegelnya dengan lilin, agar bulan tidak bisa kabur.

Mereka menengadah ke langit. Kebetulan awan tebal baru saja menutupi bulan. “Lihat! Bulan sudah tidak ada di langit! Kita berhasil menangkapnya!” Penduduk Chelm bersorak dan berpesta sampai pagi. Tong itu disimpan di gudang rumah ibadah dan dijaga siang malam.

Beberapa minggu kemudian, datanglah malam yang paling gelap. Tak ada bulan, tak ada bintang. Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Seluruh warga berkumpul membawa tong itu ke alun-alun. Dengan penuh khidmat sang tetua membuka segel, mencabut paku, dan mengangkat tutupnya.

Semua orang menjulurkan leher dan mengintip ke dalam. Yang mereka lihat hanyalah air hitam yang gelap. Bulannya tidak ada.

Para tetua saling berpandangan. Lalu sang tetua paling bijak berdeham dan berkata dengan serius, “Saudara-saudara, kesimpulannya jelas. Ada seseorang yang mencuri bulan kita. Mulai besok, kita harus memasang penjaga yang lebih banyak!”

💖 Pesan Moral

  • Merasa paling pintar bisa membuat kita buta terhadap kesalahan yang sangat jelas.
  • Tidak semua hal bisa dimiliki dan disimpan. Ada keindahan yang hanya bisa dinikmati pada waktunya.
  • Belajarlah menertawakan diri sendiri, sebab kita semua kadang berpikir seperti orang Chelm.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kisah-kisah jenaka tradisional Yahudi Eropa Timur tentang “orang-orang bijak dari Chelm”; versi menangkap bulan ini beredar dalam banyak variasi dan penulis aslinya tidak diketahui.