Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Nick Vujicic: Hidup Tanpa Batas

3 menit baca

Nick Vujicic menguatkan para pelajar lewat kisah hidupnya. Gambar: Copeland.powell · CC BY-SA 3.0 · sumber

Pada tahun 1982, di Melbourne, Australia, seorang ibu melahirkan anak pertamanya. Tetapi di ruang bersalin, suasana bahagia mendadak berubah hening. Bayi laki-laki itu lahir tanpa lengan dan tanpa tungkai. Dokter menyebut kondisinya tetra-amelia, kelainan langka yang penyebabnya sering tidak diketahui. Bayi itu diberi nama Nicholas, atau Nick.

Orang tuanya, Boris dan Dušanka Vujicic, mengaku sangat terguncang. Pada awalnya, sang ibu bahkan belum sanggup menggendong bayinya. Tetapi mereka segera memutuskan untuk membesarkan Nick dengan penuh kasih dan mengajarinya untuk hidup semandiri mungkin.

Nick hanya memiliki sebuah kaki kecil di bagian kiri bawah tubuhnya, dengan dua jari kaki yang menyatu. Dengan “kaki kecil” itulah ia belajar banyak hal: menulis dengan menjepit pena di antara jari-jari kakinya, mengetik di komputer, menggerakkan kursi roda listrik, bahkan berenang.

Namun masa sekolahnya tidak mudah. Ia termasuk anak-anak penyandang disabilitas fisik pertama yang diterima di sekolah umum di negara bagiannya setelah aturan diubah. Ia sering diejek dan dikucilkan. Ia merasa kesepian dan berbeda. Ia bertanya-tanya, untuk apa ia dilahirkan dengan keadaan seperti ini? Siapa yang mau menikah dengannya? Pekerjaan apa yang bisa ia lakukan?

Di masa kecilnya, Nick pernah tenggelam dalam keputusasaan yang sangat dalam. Ia kemudian bercerita bahwa yang menahannya adalah bayangan betapa sedihnya orang tua dan keluarganya jika ia menyerah. Ia memutuskan untuk terus bertahan.

Titik balik datang ketika ibunya menunjukkan sebuah artikel surat kabar tentang seorang penyandang disabilitas berat yang berhasil hidup dengan penuh makna. Nick menyadari bahwa ia tidak sendirian. Perlahan, ia mulai melihat dirinya bukan sebagai beban, melainkan sebagai seseorang yang kisahnya mungkin bisa menguatkan orang lain.

Pada usia remaja, ia mulai diundang berbicara di depan teman-teman sekolah dan kelompok pemuda. Ia terkejut melihat banyak pendengarnya menangis dan merasa dikuatkan. Ia pun menemukan panggilannya.

Nick menyelesaikan kuliah di bidang akuntansi dan perencanaan keuangan. Pada tahun 2005, ia mendirikan organisasi Life Without Limbs. Sejak itu ia berkeliling ke puluhan negara, berbicara di hadapan jutaan orang di sekolah, penjara, dan stadion. Ia juga menulis buku, salah satunya Life Without Limits (2010). Di atas panggung, ia sering menunjukkan bagaimana ia bisa bangkit sendiri dari posisi tertelungkup dengan bertumpu pada dahinya, sebagai gambaran bahwa jatuh bukan akhir segalanya.

Pada tahun 2012, Nick menikah dengan Kanae Miyahara, dan mereka dikaruniai beberapa anak. Pertanyaan masa kecilnya, “siapa yang mau menikah denganku?”, akhirnya terjawab.

Nick tidak pernah menumbuhkan lengan dan kaki. Keadaannya tidak berubah. Yang berubah adalah cara ia memandang hidupnya.

💖 Pesan Moral

  • Keadaan kita mungkin tidak bisa diubah, tetapi cara kita memandangnya bisa.
  • Kisah perjuangan kita bisa menjadi kekuatan bagi orang lain.
  • Jika sedang merasa putus asa, bicaralah dengan orang yang dipercaya; tidak ada yang harus menanggungnya sendirian.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kisah nyata motivator Australia Nick Vujicic (lahir 1982), berdasarkan buku dan penuturannya sendiri dalam berbagai ceramah dan wawancara.