Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Golem dari Praha

3 menit baca

Rabbi Loew dan golem dalam gambar pena Mikolas Ales, seniman Ceko, tahun 1899. Gambar: Mikoláš Aleš (1852–1913) · Public domain · sumber

Orang-orang di Praha masih bercerita tentang malam-malam ketika kaum Yahudi di kota itu hidup dalam ketakutan. Pada akhir abad ke-16, rumor jahat bisa beredar kapan saja, dan satu fitnah saja cukup untuk membuat kerumunan bersenjata menyerbu gang-gang sempit mereka.

Pemimpin mereka saat itu adalah Rabbi Yehuda Loew, seorang sarjana besar yang dikenal dengan sebutan Maharal. Menurut legenda, ia berdoa memohon jalan untuk melindungi jemaahnya, dan jawabannya datang dengan cara yang tak terduga.

Pada suatu malam yang gelap, sang rabi berjalan ke tepi Sungai Vltava bersama dua orang kepercayaannya. Di sana mereka mengambil tanah liat dari tepian sungai, lalu dengan tangan mereka membentuknya menjadi sosok lelaki raksasa yang terbaring menghadap langit. Mereka berjalan mengelilingi sosok itu sambil merapalkan doa dan menyebut nama-nama suci.

Lalu di dahi sosok itu sang rabi menuliskan satu kata Ibrani: emet, kebenaran.

Tanah liat itu menjadi hangat. Dadanya mulai naik turun, matanya terbuka, dan makhluk itu bangkit berdiri. Golem. Ia sangat kuat dan patuh, tetapi tidak bisa berbicara.

“Tugasmu menjaga orang-orang ini,” kata Rabbi Loew. “Tidak lebih dari itu.”

Sejak itu, kata orang, ada sosok besar yang berkeliling di gang-gang kawasan Yahudi pada malam hari. Ia berjalan diam-diam dengan langkah berat, mengawasi mereka yang datang membawa niat jahat. Fitnah-fitnah gagal, para penyerang mundur ketakutan, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, orang-orang bisa tidur nyenyak.

Akan tetapi, makhluk yang dibuat tanpa jiwa tidak mengenal ukuran. Ia mengerjakan apa yang diperintahkan dan tidak tahu kapan harus berhenti. Dalam salah satu versi yang paling terkenal, suatu hari menjelang Sabat, sang rabi lupa memberi perintah. Golem itu mengamuk di jalan-jalan, merusak apa saja yang dilewatinya, sehingga orang-orang berlarian ketakutan. Benda yang diciptakan untuk melindungi kini menjadi ancaman bagi mereka yang dilindunginya.

Rabbi Loew mengejarnya dan berdiri di hadapannya. Ia mengulurkan tangan ke dahi makhluk itu, lalu menghapus huruf pertama dari kata yang tertulis di sana. Emet tinggal met. Dalam bahasa Ibrani, kata itu berarti mati.

Golem itu berhenti. Tubuhnya yang besar rebah ke tanah dan kembali menjadi tanah liat yang tak bergerak.

Sisa tubuhnya, kata legenda, dibawa ke loteng Sinagoge Altneu, dan sang rabi melarang siapa pun naik ke sana. Sinagoge tua itu masih berdiri di Praha sampai sekarang. Ketika lotengnya direnovasi pada 1883, orang tidak menemukan apa-apa di sana. Akan tetapi, para pendongeng tidak pernah membiarkan kenyataan semacam itu merusak cerita yang bagus.

💖 Pesan Moral

  • Alat yang kuat perlu batas yang jelas. Hal yang kita ciptakan untuk menolong bisa membahayakan bila dibiarkan tanpa pengawasan.
  • Kita bertanggung jawab atas ciptaan kita sendiri. Rabbi Loew tidak lari, ia sendiri yang datang menghentikannya.
  • Beda antara kebenaran dan kematian hanya satu huruf. Hal kecil yang dihilangkan dari kebenaran bisa mengubah segalanya.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari legenda Yahudi Praha. Tak ada catatan sezaman tentang golem Rabbi Loew; kisah ini baru muncul berabad-abad kemudian dan dipopulerkan oleh buku Yudl Rosenberg (1909), yang oleh para sarjana dinilai sebagai karya sastra modern.