Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Srinivasa Ramanujan, Juru Tulis yang Mengirim Surat

3 menit baca

Srinivasa Ramanujan. Gambar: Unknown author Unknown author · Public domain · sumber

Pada awal 1913, seorang profesor matematika di Universitas Cambridge membuka surat dari India. Pengirimnya seorang juru tulis pelabuhan di Madras yang tidak dikenal siapa pun. Di dalamnya ada sembilan halaman rumus. Rumus-rumus itu tampak aneh, dan G.H. Hardy mula-mula memandangnya dengan curiga.

Penulis surat itu, Srinivasa Ramanujan, lahir pada 22 Desember 1887 di Erode dan besar di Kumbakonam, India selatan, anak pegawai toko kain. Pada usia 16 tahun ia mendapat pinjaman sebuah buku berisi kumpulan sekitar 5.000 teorem karya G.S. Carr. Buku itu mengubah hidupnya. Ia begitu tenggelam dalam matematika sampai gagal di mata pelajaran lain, kehilangan beasiswa, dan dua kali tidak lulus ujian perguruan tinggi, pada Desember 1906 dan setahun sesudahnya. Tanpa ijazah, ia melanjutkan penelitian sendirian, sering dalam kemiskinan, sambil mengisi buku catatannya.

Ia mencari pekerjaan dan akhirnya menjadi juru tulis di Madras Port Trust dengan gaji 30 rupee sebulan. Pekerjaannya ia selesaikan cepat, dan sisa waktunya dipakai untuk matematika. Atasannya, Sir Francis Spring, dan rekannya S. Narayana Iyer mendukungnya. Tetapi ketika karyanya ditawarkan kepada ahli matematika Inggris, jawabannya mengecewakan. H.F. Baker dan E.W. Hobson mengembalikan makalahnya tanpa komentar.

Pada 16 Januari 1913 Ramanujan menulis kepada Hardy. Setelah memeriksa isinya, Hardy memanggil rekannya, J.E. Littlewood, dan keduanya membahasnya bersama. Hardy kemudian menulis bahwa sebagian rumus itu mengalahkannya sama sekali, dan bahwa semuanya pasti benar, karena “if they were not true, no one would have the imagination to invent them”: bila tidak benar, tidak seorang pun punya daya khayal untuk mengarangnya. Ia pun yakin pengirimnya seorang jenius.

Sebuah beasiswa di Madras segera diatur, disusul undangan ke Cambridge. Bagi Ramanujan, seorang Brahmana yang taat, menyeberangi lautan bukan hal sepele, dan ibunya sempat keberatan. Menurut kisah keluarga, keberatan itu berubah setelah ibunya bermimpi tentang dewi keluarga mereka, Namagiri. Pada 17 Maret 1914 ia berlayar ke Inggris, meninggalkan istrinya, Janaki, bersama orang tuanya.

Di Cambridge lahirlah kerja sama yang sangat subur. Pada 2 Mei 1918 ia terpilih sebagai anggota Royal Society, salah satu yang termuda dan orang India kedua, dan juga orang India pertama yang menjadi Fellow Trinity College. Namun kesehatannya memburuk. Pada suatu kunjungan ke rumah sakit di Putney, Hardy bercerita bahwa taksinya bernomor 1729, angka yang menurutnya membosankan. Ramanujan menjawab bahwa angka itu sangat menarik, yaitu bilangan terkecil yang dapat dinyatakan sebagai jumlah dua pangkat tiga dengan dua cara berbeda.

Ia pulang ke India pada 1919 dan wafat pada 26 April 1920, dalam usia 32 tahun. Sampai bulan-bulan terakhirnya ia masih menghasilkan gagasan baru, dan “buku catatan yang hilang” dari tahun itu masih dipelajari para matematikawan setelah puluhan tahun.

💖 Pesan Moral

  • Ijazah bukan satu-satunya ukuran kemampuan. Orang yang dua kali gagal ujian ternyata berada di barisan terdepan ilmu dunia.
  • Kirim saja suratnya. Banyak penolakan bisa ditebus oleh satu orang yang mau membaca.
  • Jadilah pembaca yang adil. Hardy mula-mula curiga, tetapi ia memeriksa surat itu dengan cermat, dan karena itu sejarah berubah.
  • Pengakuan perlu diberikan selagi orangnya ada. Dukungan kecil dari atasan dan rekan kerja di Madras ikut menjaga bakat itu tetap hidup.

Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Srinivasa Ramanujan. Kutipan Hardy berasal dari tulisannya sendiri tentang Ramanujan.