Robert Bruce dan Laba-laba
Patung Robert Bruce di Bannockburn, dekat medan pertempuran kemenangannya tahun 1314. Gambar: Kim Traynor · CC BY-SA 3.0 · sumber
Robert Bruce dinobatkan sebagai Raja Skotlandia pada tahun 1306, tetapi mahkotanya nyaris tidak berarti. Pasukan Inggris mengalahkannya, pengikutnya tercerai-berai, dan ia harus melarikan diri. Ia sempat bersembunyi di Pulau Rathlin di lepas pantai Irlandia. Sejarah mencatat sampai sini. Selebihnya berasal dari legenda.
Menurut cerita yang turun-temurun, pada masa paling gelap itu Bruce berbaring di tempat persembunyiannya. Enam kali sudah ia bertempur melawan Inggris, enam kali pula ia kalah. Ia mulai bertanya apakah selama ini ia hanya membuat rakyatnya menderita. Mungkin lebih baik ia menyerah saja dan pergi jauh, misalnya berperang di Tanah Suci, dan membiarkan Skotlandia mencari nasibnya sendiri.
Sambil merenung, matanya tertumbuk pada seekor laba-laba di atas kepalanya. Hewan kecil itu sedang berusaha merentangkan benangnya dari satu balok ke balok lain. Ia mengayunkan tubuhnya, tetapi meleset, lalu benangnya putus atau ia jatuh tergantung. Ia memanjat lagi dan mencoba lagi.
Bruce memperhatikan. Sekali gagal, dua kali gagal. Ia mulai menghitung. Tiga. Empat. Lima. Sampai enam kali laba-laba itu mengayun dan tidak sampai. Enam, pikir Bruce, sama dengan jumlah kekalahannya.
Ia lalu membuat semacam nazar dalam hati. Kalau laba-laba itu berhasil pada percobaan ketujuh, ia juga akan mencoba sekali lagi melawan Inggris. Kalau laba-laba itu gagal, ia akan menyerah.
Laba-laba itu mengumpulkan tenaga, mengayun, dan berhasil. Benangnya menempel pada balok yang tadi selalu meleset. Ia berjalan tenang di atasnya dan mulai menganyam jaring.
Bruce bangkit. Keraguannya hilang. Ia kembali ke daratan Skotlandia dan mengumpulkan pengikutnya sedikit demi sedikit.
Bagian berikutnya adalah sejarah. Bruce merebut kembali benteng demi benteng selama bertahun-tahun, dan pada Juni 1314 ia mengalahkan pasukan Inggris dalam Pertempuran Bannockburn. Patungnya berkuda kini berdiri dekat medan pertempuran itu.
Kisah laba-laba itu sendiri tidak terdapat dalam catatan dari masa hidupnya. Ceritanya menjadi terkenal luas lewat buku sejarah untuk anak-anak karya Walter Scott, Tales of a Grandfather, yang terbit lima abad kemudian. Beberapa gua di Skotlandia dan Irlandia mengaku sebagai tempat kejadiannya, dan ada pula versi yang menyebut Sir James Douglas sebagai orang yang melihat laba-laba itu. Barangkali hewan kecil itu tidak pernah ada. Namun orang Skotlandia menyukai kisah tersebut, karena siapa pun yang pernah hampir menyerah bisa membayangkan dirinya berbaring di tempat yang sama, memandang ke atas.
💖 Pesan Moral
- Kekalahan keenam belum tentu kekalahan terakhir. Hitung percobaanmu, jangan dijadikan vonis.
- Keteladanan bisa datang dari tempat yang tak terduga. Seorang raja belajar dari makhluk yang biasanya disapu dari langit-langit.
- Coba lagi dengan tenaga yang dikumpulkan kembali. Istirahat sebentar berbeda dengan menyerah.
- Perjuangan besar berjalan lama. Dari pelarian sampai Bannockburn, Bruce butuh sekitar delapan tahun.
Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Robert Bruce dan legenda Skotlandia yang dipopulerkan Walter Scott dalam Tales of a Grandfather. Kisah laba-laba dipandang sebagai legenda kemudian, bukan peristiwa yang tercatat.