Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Sri Tanjung dan Air yang Harum

2 menit baca

Relief cerita di Candi Penataran, salah satu candi Jawa Timur yang memuat kisah Sri Tanjung. Gambar: Anandajoti Bhikkhu from Sadao, Thailand · CC BY 2.0 · sumber

Di ujung timur Pulau Jawa, pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan yang dipimpin Raja Sulahkromo. Salah satu abdinya yang paling setia adalah seorang patih muda bernama Sidopekso. Ia beristrikan seorang perempuan yang cantik dan berbudi luhur bernama Sri Tanjung.

Kecantikan Sri Tanjung rupanya membuat sang raja tergoda. Raja menyusun siasat. Ia mengutus Sidopekso menjalankan tugas yang sangat jauh dan berbahaya, dengan harapan selama suaminya pergi, ia bisa mendekati Sri Tanjung.

Sidopekso berangkat tanpa curiga. Benar saja, raja kemudian datang merayu Sri Tanjung. Namun Sri Tanjung menolak dengan tegas. Ia tetap setia kepada suaminya, betapa pun besar kuasa yang dimiliki raja.

Raja merasa terhina. Ketika Sidopekso pulang, raja menyambutnya dengan kebohongan. “Patih, selama kau pergi, istrimu telah mengkhianatimu. Ia mencoba merayuku.”

Sidopekso terguncang. Ia sangat percaya kepada rajanya, sehingga amarah langsung menguasai hatinya. Ia pulang dan menyeret Sri Tanjung ke tepi sebuah sungai yang airnya keruh.

Sri Tanjung menangis dan bersumpah atas kesetiaannya. “Kakang, aku tidak pernah mengkhianatimu. Jika kau tetap tidak percaya, lakukanlah apa yang kau mau. Tapi lihatlah: bila aku tidak bersalah, air sungai ini akan menjadi harum.”

Sidopekso yang dibutakan amarah tidak mau mendengar. Sri Tanjung pun tewas dan jatuh ke dalam sungai.

Seketika, air sungai yang keruh itu berubah jernih dan menebarkan aroma harum ke sekelilingnya. Sidopekso tertegun. Barulah ia sadar bahwa istrinya berkata jujur, dan bahwa ia telah ditipu oleh rajanya sendiri.

Dengan penuh penyesalan ia berseru, “Banyu wangi… banyu wangi!” yang berarti air yang harum. Menurut legenda, dari seruan itulah nama Banyuwangi berasal.

Dalam versi yang lebih tua, yaitu Kidung Sri Tanjung yang berasal dari masa Majapahit, ceritanya berlanjut: Sri Tanjung dihidupkan kembali oleh dewa, dan Sidopekso harus menebus kesalahannya. Relief kisah ini bahkan terpahat di beberapa candi di Jawa Timur, seperti Candi Penataran.

Legenda Sri Tanjung mengajarkan betapa berbahayanya fitnah, dan betapa mahal harga sebuah keputusan yang diambil dalam amarah tanpa mendengar penjelasan orang yang kita cintai.

💖 Pesan Moral

  • Jangan mudah percaya pada fitnah, sekalipun datang dari orang yang berkuasa.
  • Dengarkan dulu sebelum menghakimi, terutama orang terdekat.
  • Kesetiaan dan kejujuran pada akhirnya akan tampak, seharum air Banyuwangi.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari legenda asal-usul Banyuwangi, Jawa Timur, yang bersumber dari Kidung Sri Tanjung.