Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Jonas Salk dan Pertanyaan tentang Matahari

3 menit baca

Jonas Salk di dekat pesawat Scandinavian Airlines. Gambar: SAS Scandinavian Airlines · Public domain · sumber

Pada 12 April 1955, Amerika Serikat menerima kabar yang sudah lama dinantikan: vaksin polio dinyatakan aman. Polio saat itu ditakuti para orang tua, sebab dapat melumpuhkan anak-anak. Pada hari itu Jonas Salk, peneliti yang memimpin pengembangan vaksin tersebut, tampil di televisi bersama wartawan terkenal Edward R. Murrow.

Murrow menanyakan siapa pemilik paten vaksin itu. Jawaban Salk menjadi salah satu kalimat paling terkenal dalam sejarah kedokteran:

“Well, the people I would say. There is no patent. Could you patent the sun?” Kurang lebih: “Rakyat, saya kira. Tidak ada paten. Bisakah Anda mematenkan matahari?”

Salk lahir di New York pada 28 Oktober 1914, anak keluarga imigran. Ia belajar kedokteran. Pada 1947 ia menerima jabatan di Universitas Pittsburgh dan selama tahun-tahun berikutnya menekuni virus polio. Berbeda dari Albert Sabin yang memakai virus yang dilemahkan, Salk memakai virus yang dimatikan.

Setelah berhasil pada hewan, pada Juli 1952 ia menyuntik puluhan anak di sebuah panti di Pennsylvania. Pada 1953 ia memvaksinasi anak-anaknya sendiri. Tahun 1954 vaksin itu diuji dalam uji lapangan yang melibatkan sekitar 1,8 juta anak, termasuk kelompok pembanding, yang kemudian dijuluki para perintis polio. Hasil pengujian itulah yang diumumkan pada April 1955. Kampanye imunisasi segera meluas ke banyak negara.

Kembali ke kalimat tentang matahari. Kisah ini sering diceritakan seolah Salk melepaskan kekayaan besar demi kemanusiaan. Kenyataannya sedikit lebih rumit. Catatan sejarah menunjukkan bahwa Yayasan Nasional untuk Kelumpuhan Anak dan Universitas Pittsburgh sempat menjajaki kemungkinan paten, dan menyimpulkan teknik pembuatan vaksin itu kemungkinan tidak cukup baru untuk dipatenkan. Para komentator hukum sejak itu memperdebatkan apakah jawaban Salk di televisi menggambarkan seluruh ceritanya.

Lantas apakah kalimat itu kosong? Rasanya tidak. Salk memang tidak mencari keuntungan pribadi dari vaksinnya, dan ia memilih agar vaksin itu tersebar seluas mungkin. Yang perlu dikoreksi adalah gambaran bahwa ia menolak paten yang sudah pasti bisa didapatnya. Pertanyaan Murrow dan jawaban Salk tetap hidup karena mengajak orang memikirkan hal lain: ada penemuan yang manfaatnya terasa terlalu besar untuk dianggap milik seseorang.

Pada awal 1960-an Salk mendirikan Salk Institute for Biological Studies di California. Ia menerima Presidential Medal of Freedom pada 1977 dan wafat pada 23 Juni 1995 dalam usia 80 tahun.

💖 Pesan Moral

  • Tanyakan untuk siapa sebuah karya dibuat. Jawaban Salk mengingatkan bahwa manfaat bagi orang banyak bisa menjadi tujuan pertama.
  • Berani mempertaruhkan diri sendiri. Ia memvaksinasi anak-anaknya sendiri sebelum vaksin diuji luas.
  • Kutipan indah pun punya konteks. Mengetahui cerita lengkapnya tidak mengurangi nilai karya itu, malah membuat kita lebih jujur.

Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Jonas Salk. Kutipan diambil dari wawancara dengan Edward R. Murrow di CBS pada 12 April 1955; vaksin ini kemungkinan memang tidak dapat dipatenkan menurut penelusuran pihak yayasan.