Kambing dan Rubah di Dalam Sumur
Rubah keluar dari sumur dengan memijak tanduk kambing yang mempercayainya. Gambar: Tidak diketahui · CC BY 4.0 · sumber
Rubah itu terlalu asyik mengejar sesuatu sampai tidak melihat lubang di depannya. Tahu-tahu tanah menghilang dari bawah kakinya, dan ia jatuh ke dalam sumur. Airnya tidak dalam, tetapi dindingnya licin dan tinggi. Ia melompat, mencakar, dan melompat lagi. Berkali-kali ia terpeleset kembali.
Berjam-jam ia berada di dasar sumur memandangi lingkaran langit di atasnya. Bagaimana ia bisa keluar? Pikirannya bekerja, tetapi untuk sekali ini kecerdikannya tidak banyak membantu.
Menjelang siang, sebuah kepala bertanduk dan berjanggut muncul di bibir sumur. Seekor kambing, lidahnya hampir terjulur karena kehausan, melongok ke bawah.
“Hei, Rubah! Sedang apa di bawah sana? Airnya enak?”
Dalam sekejap, rubah menyembunyikan semua rasa cemasnya. Ia memasang wajah ceria dan menjilat bibirnya dengan penuh nikmat.
“Enak? Kawanku, inilah air terbaik yang pernah kuminum seumur hidupku! Sejuk dan manis. Aku sampai lupa pulang. Turunlah, cicipi sendiri.”
Kambing itu tidak memikirkan apa-apa selain tenggorokannya yang kering. Ia melompat, dan byur! Ia minum sepuas-puasnya, lalu mengangkat kepala sambil menghela napas lega. Barulah ia melihat dinding di sekelilingnya.
“Eh, bagaimana cara kita naik?”
Saat itulah rubah berterus terang tentang keadaan mereka, dan ia berlagak baru saja mendapat ilham.
“Aku punya akal. Kau berdiri dengan kaki belakang, letakkan kaki depanmu di dinding, lalu tundukkan kepala. Aku akan memanjat punggungmu, bertumpu pada tandukmu, dan melompat keluar. Sesudah itu aku akan menarikmu ke atas.”
“Pintar sekali,” kata si kambing kagum, dan ia pun segera mengambil posisi.
Rubah memanjat dengan lincah. Sekali injak di punggung, sekali tumpu di tanduk, dan ia sudah berada di bibir sumur. Ia mengibaskan badannya yang basah, lalu berjalan pergi.
“Hei! Hei, tunggu! Bagaimana janjimu?” teriak si kambing dari bawah.
Rubah berhenti dan menoleh ke dalam sumur.
“Kawanku yang malang. Andai otak di kepalamu sebanyak bulu di janggutmu, kau pasti sudah memikirkan jalan keluar sebelum melompat masuk.”
Lalu ia melenggang pergi. Suara kambing itu terdengar makin sayup di belakangnya.
💖 Pesan Moral
- Tanyakan jalan keluar sebelum masuk. Ini berlaku untuk sumur, utang, kontrak, dan tawaran investasi.
- Waspadai pujian dari orang yang sedang terjebak. Yang ia butuhkan mungkin hanya punggungmu.
- Keinginan yang mendesak melemahkan penilaian. Kambing bukan bodoh, ia hanya terlalu haus untuk berpikir.
- Janji yang dibuat dari dasar sumur sebaiknya ditagih sebelum orangnya sampai di atas.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Aesop “The Fox and the Goat”.