Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Bánh Chưng dan Bánh Giầy

3 menit baca

Bánh chưng, kue persegi yang melambangkan bumi, masih dibungkus keluarga Vietnam menjelang Tết. Gambar: Syced · CC0 · sumber

Raja Hùng sudah tua dan harus memilih penerus di antara dua puluh lebih putranya. Ia lelah melihat mereka saling berebut, jadi ia mengumumkan cara yang tak disangka-sangka.

“Pada awal tahun baru, kita akan memberi persembahan kepada leluhur. Siapa di antara kalian yang membawa hidangan paling bermakna, dialah penggantiku.”

Para pangeran pun bergegas. Mereka mengirim orang ke laut untuk mencari ikan langka, dan ke hutan untuk memburu daging kijang, serta mendatangkan rempah dari negeri jauh. Dapur-dapur istana sibuk siang dan malam.

Hanya seorang pangeran yang tidak sibuk. Namanya Lang Liêu, dan dalam salah satu versi ia putra kedelapan belas. Ibunya telah lama meninggal, dan ia tak punya pendukung di istana. Ia tinggal di desa dan menanam padi dengan tangannya sendiri. Yang ia miliki hanya beras, kacang hijau, dan seekor babi. Ia memandang lumbungnya dengan sedih. Bagaimana mungkin hasil ladang bisa menandingi hidangan dari laut?

Pada suatu malam ia bermimpi didatangi seorang dewa. “Di antara semua yang ada di bumi, tidak ada yang lebih berharga daripada beras. Beraslah yang menghidupi manusia. Ambillah beras ketan dan buatlah kue yang bentuknya menyerupai langit dan bumi.”

Lang Liêu terbangun dan langsung bekerja. Ia merendam ketan yang paling bersih, lalu menumbuk kacang hijau dan mengiris daging babi. Di atas daun dong yang hijau ia meratakan ketan, meletakkan isian di tengahnya, lalu membungkusnya menjadi bentuk persegi dan merebusnya semalaman. Itulah bumi, dengan daun hijau sebagai sawah dan isi kue sebagai segala yang dikandung tanah. Kemudian ia menanak ketan lain dan menumbuknya sampai lembut, lalu membentuknya bulat dan putih seperti kubah langit.

Pada hari yang ditetapkan, meja persembahan penuh dengan hidangan mewah. Raja mencicipi semuanya satu per satu dengan wajah datar. Ia lalu sampai ke bungkusan daun sederhana dari Lang Liêu. Ia membukanya, mencicipinya, dan bertanya apa artinya.

Lang Liêu menceritakan mimpinya. “Yang bulat adalah langit, Ayahanda. Yang persegi adalah bumi. Di dalamnya ada daging dan kacang, seperti orang tua yang melindungi anak-anaknya.”

Raja terdiam lama. Lalu ia mempersembahkan kedua kue itu di altar leluhur dan menyerahkan takhta kepada Lang Liêu.

Sejak itu keluarga-keluarga Vietnam membungkus bánh chưng pada malam-malam menjelang Tết. Sebagian kerabat berjaga semalaman di depan panci rebusan sambil bercerita. Mereka mungkin tak selalu ingat nama sang pangeran, tetapi mereka mengulangi hal yang ia temukan di dalam lumbungnya.

💖 Pesan Moral

  • Harga tak sama dengan makna. Hidangan yang paling mahal bukan otomatis yang paling berarti.
  • Hargai yang menghidupimu setiap hari. Karena terlalu biasa, beras nyaris luput dari rasa syukur.
  • Keterbatasan bisa melahirkan gagasan. Lang Liêu menang justru karena ia tak punya pilihan lain selain berpikir lebih dalam.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari salah satu versi legenda Vietnam yang tercatat dalam Lĩnh Nam chích quái; urutan Lang Liêu di antara putra raja berbeda-beda antarsumber.