Anne Sullivan, Guru yang Tak Pernah Menyerah
Anne Sullivan bersama Helen Keller, murid sekaligus teman seumur hidupnya. Gambar: Miscellaneous Items in High Demand, PPOC, Library of Congress · Public domain · sumber
Tewksbury adalah rumah penampungan miskin di Massachusetts yang padat dan bobrok, dan pada 1870-an ke sanalah seorang anak perempuan bermata sakit dikirim bersama adiknya. Namanya Johanna Mansfield Sullivan, biasa dipanggil Anne atau Annie, lahir pada 14 April 1866 di Feeding Hills dari keluarga miskin. Pada usia lima tahun ia terkena trakoma, penyakit mata yang lama-kelamaan membuatnya hampir buta. Ibunya meninggal karena tuberkulosis ketika ia berusia delapan tahun, dan dua tahun kemudian ayahnya meninggalkan anak-anaknya.
Adiknya, Jimmie, yang pinggulnya lemah, meninggal karena tuberkulosis beberapa bulan setelah mereka tiba. Anne tetap tinggal di sana. Ia tidak bisa membaca dan menulis.
Harapan datang dari arah yang tak disangka. Kekejaman di Tewksbury sudah sampai ke telinga pemerintah negara bagian, dan dilakukan pemeriksaan. Pada 1880, saat Franklin Sanborn datang memeriksa, Anne yang berusia empat belas tahun memberanikan diri mendekatinya. Menurut catatan biografi, ia memohon sekuat tenaga:
“Mr. Sanborn, I want to go to school!”
Beberapa bulan kemudian permintaan itu dikabulkan. Pada 7 Oktober 1880 ia masuk Perkins School for the Blind. Tahun-tahun pertama terasa memalukan. Ia murid yang tertinggal jauh, dan tingkah lakunya dianggap kasar. Tetapi ia terus belajar, dan beberapa operasi mata di sana memperbaiki penglihatannya. Ia berteman dengan Laura Bridgman, salah seorang tunanetra-rungu pertama yang mendapat pendidikan formal, dan dari Laura ia mempelajari abjad jari. Pada Juni 1886, di usia 20 tahun, anak yang datang tanpa bisa membaca itu lulus sebagai murid terbaik dan menyampaikan pidato perpisahan.
Musim panas itu Arthur Keller dari Alabama menghubungi Perkins, mencari guru bagi putrinya yang buta dan tuli. Direktur sekolah, Michael Anagnos, merekomendasikan Anne. Ia tiba di rumah keluarga Keller di Tuscumbia dan mulai bekerja pada 3 Maret 1887. Muridnya, Helen, baru berusia enam tahun.
Metode awalnya tidak cocok, dan Anne cepat mengubahnya. Ia berhenti mengikuti jadwal kaku dan mulai mengajarkan kata berdasarkan minat Helen sendiri, mengejanya di telapak tangan anak itu. Cara itu berhasil. Kisah terobosan Helen di dekat pompa air sudah sering diceritakan. Yang lebih jarang dikisahkan adalah lamanya kesetiaan gurunya sesudah itu.
Hubungan keduanya berlangsung 49 tahun. Anne mendampingi Helen sampai meraih gelar dari Radcliffe College, menemaninya dalam tur ceramah, dan menjadi juru bicaranya. Ia menikah dengan John Macy, tetapi pernikahan itu retak dan mereka berpisah pada 1914. Sepanjang waktu itu matanya sendiri terus memburuk, dan pada 1935 ia buta sepenuhnya. Ia wafat pada 20 Oktober 1936 dalam usia 70 tahun. Abunya disemayamkan di Katedral Nasional Washington, dan ia perempuan pertama yang menerima penghormatan itu atas prestasinya. Ketika Helen Keller wafat pada 1968, abunya diletakkan di sampingnya.
💖 Pesan Moral
- Satu kalimat keberanian bisa mengubah hidup. Anak dari panti miskin itu meminta sekolah kepada satu-satunya orang yang bisa memberikannya.
- Guru terbaik pernah menjadi murid yang kesulitan. Anne tahu rasanya tidak mengerti, dan karena itu ia mau mengubah caranya.
- Bersedia mengubah rencana lebih penting daripada bertahan dengan jadwal. Metodenya berhasil setelah mengikuti minat muridnya.
- Kesetiaan jangka panjang jarang masuk berita, padahal hasil Helen dibangun di atasnya.
Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Anne Sullivan Macy.