Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Sơn Tinh dan Thủy Tinh

3 menit baca

Gunung Ba Vì, yang dikenal juga sebagai Tản Viên, gunung tempat Sơn Tinh bersemayam. Gambar: NKSTTSSHNVN · CC BY-SA 4.0 · sumber

Setiap tahun, ketika musim hujan tiba di delta Sungai Merah, para petani tua Vietnam memandang air yang naik dan berkata setengah bercanda, “Thủy Tinh belum juga bisa melupakan gadis itu.”

Gadis itu bernama Mỵ Nương, putri Raja Hùng, dan kecantikannya sudah menjadi buah bibir. Raja ingin mencarikan suami yang pantas baginya. Dari sekian banyak pelamar, dua orang datang pada hari yang sama, dan keduanya bukan manusia biasa.

Yang pertama, Sơn Tinh, datang dari Gunung Tản Viên. Sekali mengayunkan tangan, ia bisa memunculkan bukit dari tanah datar. Yang kedua, Thủy Tinh, datang dari laut timur. Sekali memanggil, hujan turun dan angin mengamuk. Raja memandang keduanya dan pusing sendiri. Menolak salah satu bisa mendatangkan bahaya.

Maka ia berkata, “Besok pagi, siapa yang lebih dulu datang membawa seserahan, dialah yang menjadi menantuku.”

Seserahan yang diminta berupa seratus keranjang nasi ketan, dua ratus kue, gajah bergading sembilan, ayam jantan bertaji sembilan, dan kuda berbulu tengkuk sembilan warna. Semua itu berasal dari gunung dan darat.

Sebelum matahari terbit, Sơn Tinh sudah tiba di gerbang istana dengan seluruh seserahan. Raja menepati janjinya, dan Mỵ Nương pun dibawa ke gunung.

Thủy Tinh datang kemudian dengan tangan penuh hadiah dari laut. Ia mendapati gerbang istana sudah sepi. Amarahnya meledak. Ia memanggil hujan dan badai, lalu mengerahkan bala tentara kura-kura, ikan, dan udang. Air sungai naik, membanjiri sawah dan desa. Ombak mengejar Sơn Tinh sampai ke kaki gunung.

Sơn Tinh tidak gentar. Ia mengangkat bukit demi bukit dan menyusunnya menjadi tembok. Setiap kali air naik satu jengkal, gunung naik dua jengkal. Rakyat ikut membantu, membangun tanggul dan melemparkan batu. Berbulan-bulan keduanya bertarung, sampai tenaga Thủy Tinh habis dan air akhirnya surut.

Namun dendamnya tidak pernah surut. Setiap tahun, pada musim yang sama, ia datang lagi dengan hujan dan air bah. Setiap tahun pula Sơn Tinh mengangkat gunungnya, dan penduduk memperkuat tanggul mereka.

Orang Vietnam tidak menuturkan kisah ini sebagai cerita kekalahan. Di delta itu, banjir akan selalu datang, dan penduduknya sudah lama belajar untuk bersiap. Tanggul-tanggul panjang di sepanjang Sungai Merah adalah bukti bahwa manusia ikut mengambil bagian dalam pertarungan itu.

💖 Pesan Moral

  • Syarat yang kelihatan adil belum tentu netral. Daftar seserahan sang raja sejak awal berpihak kepada gunung.
  • Dendam yang dipelihara merusak banyak orang. Amarah satu pelamar ditanggung seluruh petani selama turun-temurun.
  • Ada masalah yang tak pernah selesai, hanya bisa disiapkan. Yang tangguh adalah mereka yang menaikkan tanggul setiap tahun.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari salah satu versi legenda Vietnam tentang Sơn Tinh dan Thủy Tinh dari masa Raja Hùng; jumlah dan jenis seserahan berbeda-beda antarsumber.