Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Marie Curie, Gadis dari Warsawa

3 menit baca

Marie dan Pierre Curie di laboratorium tempat radium ditemukan. Gambar: Marie Curie, Henri Manuel (1874-1947) · Public domain · sumber

Maria Skłodowska lahir di Warsawa, Polandia, pada tahun 1867. Ia anak bungsu dari lima bersaudara dalam keluarga guru. Sejak kecil ia luar biasa cerdas dan haus ilmu. Sayangnya, Polandia saat itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Rusia, dan perempuan tidak diizinkan kuliah di universitas di sana.

Masa remajanya juga diwarnai duka. Kakak perempuannya meninggal karena penyakit, dan tak lama kemudian ibunya wafat karena tuberkulosis. Keuangan keluarga pun semakin sulit.

Maria dan kakaknya, Bronisława, sama-sama bermimpi kuliah di Paris. Tetapi uang mereka tidak cukup untuk berdua. Maka mereka membuat perjanjian: Maria akan bekerja sebagai guru privat dan pengasuh untuk membiayai kuliah kedokteran Bronisława di Paris. Setelah Bronisława lulus dan bekerja, gilirannya membantu Maria.

Selama bertahun-tahun, Maria bekerja di rumah keluarga-keluarga kaya sambil terus belajar sendiri pada malam hari. Ia juga ikut “universitas terbang”, kelas-kelas rahasia yang diadakan bagi orang Polandia yang ingin belajar.

Akhirnya pada tahun 1891, di usia 24 tahun, Maria berangkat ke Paris dan masuk Universitas Sorbonne. Di sana ia memakai nama Marie. Ia tinggal di sebuah kamar loteng yang sempit dan dingin. Uangnya begitu sedikit sehingga ia sering hanya makan roti dan teh, bahkan pernah pingsan karena kurang makan. Di musim dingin, ia menumpuk semua pakaiannya di atas tubuh agar tidak kedinginan.

Namun ia belajar dengan tekun. Ia lulus dengan peringkat terbaik di bidang fisika pada tahun 1893, lalu meraih gelar di bidang matematika setahun kemudian. Pada masa itulah ia bertemu Pierre Curie, seorang ilmuwan yang sama-sama mencintai sains. Mereka menikah pada tahun 1895.

Bersama Pierre, Marie meneliti sinar misterius yang dipancarkan oleh unsur-unsur tertentu. Ia menamai gejala itu radioaktivitas. Dengan kerja fisik yang melelahkan di sebuah gudang tua yang bocor, mereka mengolah berton-ton bijih mineral dan menemukan dua unsur baru: polonium, yang dinamai sesuai tanah air Marie, Polandia, serta radium.

Pada tahun 1903, Marie dan Pierre Curie bersama Henri Becquerel menerima Hadiah Nobel Fisika. Marie menjadi perempuan pertama yang meraih Nobel.

Tiga tahun kemudian, musibah datang. Pierre tewas tertabrak kereta kuda di jalanan Paris. Marie hancur, tetapi ia melanjutkan pekerjaan suaminya. Ia menggantikan posisi Pierre sebagai profesor dan menjadi perempuan pertama yang mengajar sebagai profesor di Sorbonne. Pada tahun 1911, ia kembali meraih Nobel, kali ini di bidang Kimia. Hingga kini, ia satu-satunya orang yang meraih Nobel di dua bidang sains yang berbeda.

Saat Perang Dunia I, Marie mengembangkan unit-unit rontgen keliling untuk membantu dokter menemukan peluru dan pecahan logam di tubuh tentara yang terluka. Ia bahkan menyetir sendiri salah satu kendaraan itu ke garis depan.

Marie dan Pierre memilih tidak mematenkan proses pemurnian radium, agar ilmuwan lain bebas menelitinya. Bagi mereka, ilmu pengetahuan adalah milik semua orang.

💖 Pesan Moral

  • Keterbatasan dan diskriminasi tidak bisa memadamkan tekad yang sungguh-sungguh.
  • Saling menolong dalam keluarga bisa membuka jalan bagi mimpi semua anggotanya.
  • Ilmu yang dibagikan memberi manfaat jauh lebih luas daripada ilmu yang disimpan sendiri.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kisah nyata ilmuwan Marie Curie (1867–1934), berdasarkan catatan biografis yang terdokumentasi, termasuk arsip Yayasan Nobel.