Mimpi Harta Karun di Kairo
Halaman rumah tradisional Arab. Harta yang dicari jauh-jauh ternyata terkubur di halaman rumah sendiri. Gambar: Dosseman · CC BY-SA 4.0 · sumber
Di kota Baghdad, hiduplah seorang lelaki yang dulunya kaya raya. Ia mewarisi harta yang banyak dari orang tuanya, tetapi karena boros dan salah langkah, hartanya habis sedikit demi sedikit. Akhirnya ia jatuh miskin dan harus bekerja keras hanya untuk makan.
Suatu malam, dalam tidurnya yang gelisah, ia bermimpi didatangi seseorang yang berkata, “Rezekimu ada di Kairo. Pergilah ke sana dan carilah.”
Ketika bangun, mimpi itu terus terngiang di kepalanya. Dengan sisa-sisa harapan, ia pun berangkat. Perjalanannya sangat jauh, melewati gurun, kota-kota asing, dan hari-hari tanpa makanan yang layak. Setelah berminggu-minggu, ia tiba di Kairo dalam keadaan lelah dan kelaparan.
Karena tidak punya uang untuk menginap, ia tidur di halaman sebuah masjid. Malam itu, sekawanan pencuri menyelinap dari masjid itu ke sebuah rumah di sebelahnya. Pemilik rumah terbangun dan berteriak. Para penjaga kota datang, tetapi para pencuri sudah kabur. Yang mereka temukan hanyalah lelaki dari Baghdad yang sedang tidur di halaman masjid.
Ia ditangkap, dipukuli, dan dijebloskan ke penjara. Beberapa hari kemudian, kepala penjaga memanggilnya. “Dari mana asalmu, dan apa yang kau lakukan di Kairo?”
“Aku dari Baghdad,” jawabnya jujur. “Aku datang karena bermimpi bahwa rezekiku ada di kota ini. Tapi ternyata yang kudapatkan hanya pukulan dan penjara.”
Kepala penjaga itu tertawa sampai gigi gerahamnya terlihat. “Dasar orang bodoh! Kau menempuh perjalanan sejauh itu hanya karena mimpi? Aku sendiri sudah tiga kali bermimpi tentang sebuah rumah di Baghdad. Di rumah itu ada taman, di bawah taman ada air mancur, dan di bawah air mancur itu terkubur harta yang sangat banyak. Tapi aku tidak sebodoh kau. Aku tidak pernah pergi ke mana-mana.”
Lelaki itu terdiam. Rumah yang digambarkan kepala penjaga itu adalah rumahnya sendiri di Baghdad.
Kepala penjaga memberinya sedikit uang dan menyuruhnya pulang. Setibanya di Baghdad, ia segera menggali tanah di bawah air mancur di tamannya. Di sana, ia menemukan harta karun yang sangat besar. Allah telah mencukupkan rezekinya, dan ia hidup berkecukupan sampai akhir hayatnya.
Kisah ini telah menginspirasi banyak penulis selama berabad-abad. Rumi menceritakan versi serupa dalam Masnavi, dan Paulo Coelho menjadikannya ide dasar novel Sang Alkemis. Pesannya sederhana namun dalam: harta terbesar sering kali terkubur di tempat yang paling dekat dengan kita. Namun, kita baru menyadarinya setelah berani melakukan perjalanan, jatuh, dan belajar.
💖 Pesan Moral
- Yang paling berharga sering berada dekat dengan kita, di rumah dan di dalam diri sendiri.
- Perjalanan dan kegagalan tidak pernah sia-sia; keduanya membuka mata kita.
- Jangan berhenti berharap, bahkan di saat paling sulit.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kisah “Orang yang Jatuh Miskin lalu Kaya Kembali karena Mimpi” dalam Seribu Satu Malam; versi serupa juga terdapat dalam Masnavi karya Rumi.