Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Bulan yang Tak Bisa Dicuri

2 menit baca

Bulan purnama, satu-satunya yang ingin Ryokan berikan kepada sang pencuri. Gambar: Utagawa Hiroshige · CC0 · sumber

Ryokan adalah seorang biksu Zen dan penyair Jepang yang hidup lebih dari dua ratus tahun lalu. Ia tinggal seorang diri di sebuah pondok kecil di kaki gunung, jauh dari keramaian. Hartanya hampir tidak ada: sebuah mangkuk, beberapa helai pakaian, selimut tipis, dan buku-buku puisi.

Ia sering bermain dengan anak-anak desa, menulis puisi tentang bunga dan hujan, dan hidup dari sedekah orang-orang yang menyayanginya.

Suatu malam, ketika Ryokan sedang pergi, seorang pencuri menyelinap masuk ke pondoknya. Ia membongkar setiap sudut, membuka setiap bungkusan, tetapi tidak menemukan apa-apa yang berharga.

Saat itulah Ryokan pulang dan memergokinya.

Pencuri itu terkejut dan bersiap lari. Namun Ryokan tidak berteriak atau marah. Ia justru memandang tamunya dengan iba.

“Kau sudah berjalan jauh untuk mengunjungiku,” katanya lembut. “Tidak pantas kau pulang dengan tangan kosong. Ini, terimalah pakaianku sebagai hadiah.”

Ryokan melepas pakaian yang sedang ia kenakan dan menyerahkannya. Pencuri itu kebingungan. Ia tidak mengerti orang macam apa yang ada di depannya. Dengan canggung ia menerima pakaian itu, lalu bergegas pergi ke dalam gelap.

Ryokan duduk telanjang di depan pondoknya, berselimut udara malam yang dingin. Ia memandang langit. Bulan purnama bersinar terang di atas pepohonan.

“Kasihan orang itu,” gumamnya. “Seandainya saja aku bisa memberinya bulan yang indah ini.”

Dari kisah ini lahir sebuah haiku yang sering dikaitkan dengan Ryokan: pencuri itu meninggalkannya, yaitu bulan di jendela.

Ryokan tidak sedang menyetujui pencurian. Ia melihat bahwa yang paling miskin malam itu bukan dirinya yang kehilangan pakaian, melainkan orang yang merasa harus mencuri. Pencuri hanya bisa mengambil barang. Bulan, ketenangan, rasa syukur, dan kebaikan hati tidak bisa dicuri siapa pun.

Kita sering takut kehilangan hal-hal yang bisa diambil orang: uang, jabatan, barang mewah. Sementara itu kita lupa menjaga, dan lupa menikmati, hal-hal yang tidak akan pernah bisa direbut dari kita.

💖 Pesan Moral

  • Kekayaan sejati adalah apa yang tidak bisa dicuri: ketenangan, rasa syukur, dan kasih.
  • Membalas keburukan dengan belas kasih menunjukkan siapa yang sebenarnya kaya dan siapa yang miskin.
  • Sesekali berhentilah dan lihatlah “bulan” dalam hidupmu, keindahan gratis yang sering terlewat.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari anekdot tentang biksu-penyair Zen Ryōkan Taigu (1758–1831), yang dikenal luas dengan judul “The Moon Cannot Be Stolen” dalam kumpulan 101 Zen Stories susunan Nyogen Senzaki dan Paul Reps.