Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Monyet-Monyet Penyiram Kebun

2 menit baca

Kawanan monyet di Hampi, India: rajin dan cerdik, tetapi tidak selalu paham cara merawat kebun. Gambar: Barbaragailblock · CC BY-SA 3.0 · sumber

Pada zaman dahulu, ketika Raja Brahmadatta memerintah di Benares, diumumkanlah sebuah perayaan besar di seluruh kota. Selama tujuh hari, orang-orang berpesta, bernyanyi, dan menari. Semua orang ingin ikut bersenang-senang, termasuk tukang kebun istana.

Di taman istana itu tinggal sekawanan monyet. Tukang kebun berpikir, “Monyet-monyet ini sudah lama tinggal di taman dan makan buah-buahan di sini. Biarlah mereka membalas budi.” Ia menemui raja monyet dan berkata, “Aku ingin ikut perayaan selama tujuh hari. Maukah kalian menyirami pohon-pohon muda di taman ini selama aku pergi?”

“Tentu saja,” jawab raja monyet dengan senang hati.

Tukang kebun memberikan kantong-kantong kulit dan ember kayu untuk mengambil air, lalu berangkat ke kota dengan riang.

Raja monyet mengumpulkan rakyatnya. “Dengar baik-baik. Air itu berharga, jangan dihambur-hamburkan. Sebelum menyiram, cabutlah setiap pohon muda dan lihat akarnya. Pohon yang akarnya panjang disiram banyak, yang akarnya pendek disiram sedikit saja. Dengan begitu air kita akan cukup.”

Para monyet mengangguk kagum atas kecerdikan rajanya. Mereka pun bekerja dengan rajin. Satu per satu pohon muda dicabut, akarnya diperiksa dengan teliti, lalu ditancapkan kembali dan disiram sesuai panjang akarnya. Mereka bekerja seharian penuh dengan sungguh-sungguh.

Saat itu, seorang bijak sedang berjalan melewati taman. Ia berhenti dan memandang dengan heran. “Mengapa kalian mencabut pohon-pohon itu?”

Para monyet menjelaskan dengan bangga, “Raja kami memerintahkan agar kami memeriksa akar setiap pohon, supaya air tidak terbuang.”

Orang bijak itu menggeleng-gelengkan kepala dengan sedih. Pohon-pohon muda itu mulai layu, karena akarnya telah rusak setiap kali dicabut. “Kalian bermaksud berbuat baik,” katanya, “tetapi justru merusak apa yang ingin kalian rawat. Niat baik tanpa pengertian dapat lebih berbahaya daripada tidak berbuat apa-apa.”

Ketika tukang kebun pulang dari perayaan, ia mendapati banyak pohon di tamannya telah layu dan mati. Monyet-monyet itu tidak malas, tidak jahat, dan tidak berbohong. Mereka hanya bekerja keras dengan cara yang salah, mengikuti pemimpin yang merasa pintar tanpa sungguh-sungguh mengerti.

💖 Pesan Moral

  • Niat baik saja tidak cukup; ia harus disertai pengetahuan dan pengertian.
  • Kerja keras dengan cara yang salah bisa merusak lebih banyak daripada tidak bekerja sama sekali.
  • Jangan ragu bertanya kepada yang lebih paham sebelum menjalankan tugas yang belum kita kuasai.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari Aramadusaka Jataka (Jataka no. 46), salah satu kisah Jataka dalam tradisi Buddhis.