Lạc Long Quân dan Âu Cơ
Relief Âu Cơ dan Lạc Long Quân di samping genderang perunggu, di Chùa Hộ Quốc, Vietnam. Gambar: Phương Huy · CC BY-SA 4.0 · sumber
Orang Vietnam menyebut diri mereka con Rồng cháu Tiên, anak naga dan cucu peri. Sebutan itu berasal dari kisah sepasang suami istri yang saling mencintai, tetapi tak bisa hidup bersama selamanya.
Di negeri selatan yang masih liar, hiduplah Lạc Long Quân, raja keturunan naga. Ia lebih betah di laut, namun sering naik ke darat untuk menolong manusia. Ia menumpas siluman ikan di pantai, siluman rubah di hutan, dan roh pohon yang mengganggu orang-orang gunung. Ia juga mengajari mereka menanam padi, memasak, dan membangun rumah, lalu kembali ke laut. Ia berpesan: bila kalian dalam kesulitan, panggil aku.
Sementara itu, dari gunung-gunung tinggi di utara turunlah Âu Cơ, perempuan keturunan peri yang cantik dan pandai dalam ilmu obat-obatan. Kedatangannya bersamaan dengan masa sulit, dan rakyat memanggil Lạc Long Quân. Ia naik ke darat, dan di sanalah ia bertemu Âu Cơ. Keduanya jatuh cinta dan menikah.
Tak lama kemudian Âu Cơ mengandung, tetapi yang ia lahirkan bukan bayi biasa. Ia melahirkan sebuah kantong berisi seratus butir telur. Pada hari yang telah ditentukan, seratus telur itu menetas menjadi seratus anak yang sehat. Mereka tumbuh tanpa perlu disusui, kuat, dan cerdas.
Bertahun-tahun keluarga itu hidup bersama. Namun Lạc Long Quân terus merindukan air asin, dan Âu Cơ merindukan puncak-puncak berkabut. Suatu hari ia berjalan ke tepi laut dan memanggil suaminya.
“Mengapa kau meninggalkanku membesarkan anak-anak ini seorang diri?”
Lạc Long Quân menjawab dengan sedih. “Aku keturunan naga, penguasa air. Engkau keturunan peri, penghuni gunung. Air dan api saling meniadakan. Kita tidak bisa hidup bersama selamanya. Marilah kita berpisah, dan kita bagi anak-anak kita. Lima puluh ikut aku ke laut, lima puluh ikut engkau ke gunung. Bila ada yang dalam kesulitan, yang lain harus datang menolong.”
Mereka pun berpisah dengan damai. Âu Cơ membawa lima puluh anak ke dataran tinggi. Yang tertua di antara mereka diangkat menjadi raja di Phong Châu dan menamai negerinya Văn Lang. Ia menjadi Raja Hùng pertama, awal dari deretan raja legendaris yang masih dihormati sampai sekarang.
Setiap tahun, pada bulan ketiga kalender bulan, orang-orang berziarah ke Kuil Raja Hùng di Phú Thọ. Dan bila orang Vietnam saling menyebut đồng bào, mereka sedang memakai kata yang bermakna “dari kantong yang sama”.
💖 Pesan Moral
- Perpisahan tidak selalu berarti kegagalan cinta. Dua orang bisa berpisah dan tetap saling menghormati.
- Orang tua boleh berpisah, tetapi tanggung jawabnya tidak. Janji untuk saling menolong itulah warisan utama keluarga ini.
- Perbedaan asal tidak menghapus persaudaraan. Orang gunung dan orang pantai berasal dari ibu yang sama.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari salah satu versi legenda Vietnam tentang Lạc Long Quân dan Âu Cơ, yang tercatat dalam Lĩnh Nam chích quái (abad ke-14).