Kancil, Gajah, dan Kabar Langit Runtuh
Kancil yang cerdik tetap harus belajar meminta tolong dengan jujur. Gambar: Wich’yanan L · CC BY 4.0 · sumber
Suatu hari, Kancil berjalan terburu-buru di hutan tanpa memperhatikan langkahnya. Tiba-tiba tanah di bawah kakinya amblas. Ia terperosok ke dalam sebuah lubang yang dalam, bekas perangkap pemburu yang sudah lama ditinggalkan.
Kancil melompat sekuat tenaga, tetapi dinding lubang itu terlalu tinggi dan licin. Ia mencoba lagi dan lagi sampai kakinya pegal. Hari mulai sore. Kalau sampai malam ia masih di sana, entah apa yang akan terjadi.
Kancil memejamkan mata dan menarik napas. “Mengeluh tidak akan membuatku keluar,” katanya pada diri sendiri. “Aku harus berpikir.”
Tak lama terdengar langkah berat mendekat. Seekor gajah melongok ke dalam lubang. “Kancil? Sedang apa kau di bawah sana?”
Kancil langsung memasang wajah serius. “Gajah, belum dengar kabarnya? Langit akan runtuh hari ini! Aku bersembunyi di sini supaya selamat. Cuma lubang ini tempat yang aman.”
Gajah menengadah ke langit dengan cemas. Awan memang tampak gelap. “Benarkah? Kalau begitu, boleh aku ikut berlindung?”
Kancil pura-pura berpikir. “Boleh, boleh. Ayo cepat turun sebelum terlambat.”
Gajah pun turun ke dalam lubang dengan susah payah. Tubuhnya yang besar memenuhi hampir seluruh ruang. Kancil cepat-cepat naik ke punggung Gajah, lalu ke kepalanya, dan dengan satu lompatan ia sampai di bibir lubang.
Dari atas, Kancil menatap Gajah yang kebingungan. Hatinya mendadak tidak enak. Ia memang selamat, tetapi temannya kini terjebak karena tipuannya.
“Gajah, maafkan aku. Langit tidak akan runtuh. Aku hanya takut dan tidak tahu cara lain untuk keluar.”
Gajah mendengus kesal. Namun Kancil tidak pergi begitu saja. Ia berlari memanggil kawanan gajah lain. Bersama-sama mereka mendorong tanah dan batang kayu ke dalam lubang sampai cukup tinggi bagi Gajah untuk memanjat keluar.
Setelah Gajah bebas, Kancil menunduk malu. “Seharusnya tadi aku cukup jujur meminta tolong. Kau pasti mau membantuku.”
Gajah mengibaskan telinganya dan tersenyum. “Lain kali, mintalah dengan jujur, Kancil. Teman sejati tidak perlu ditipu untuk menolong.”
💖 Pesan Moral
- Dalam kesulitan, tenangkan diri dulu, baru cari jalan keluar.
- Kecerdikan yang merugikan orang lain meninggalkan rasa bersalah. Bertanggung jawablah memperbaikinya.
- Meminta tolong dengan jujur sering kali lebih ampuh daripada akal-akalan.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari dongeng “Sang Kancil dan Gajah” yang dikenal di Malaysia dan Indonesia. Bagian akhir (Kancil menolong Gajah keluar) adalah pengembangan dari Gudang Inspirasi.