Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Issun-boshi, Si Kecil Pemberani

2 menit baca

Issun-boshi berlayar ke ibu kota dengan perahu mangkuk dan dayung sumpit. Gambar: Ilustrator tidak diketahui, dari buku Buddha’s Crystal and Other Fairy Stories (1908) · Public domain (no known copyright restrictions) · sumber

Dahulu kala di Jepang, sepasang suami istri tua berdoa setiap hari agar dikaruniai anak. Doa mereka akhirnya terkabul. Seorang bayi laki-laki lahir, tetapi tubuhnya sangat kecil, hanya sebesar ruas jari. Mereka menamainya Issun-boshi, yang kira-kira berarti “anak sebesar satu inci”.

Tahun demi tahun berlalu, tetapi tubuh Issun-boshi tidak bertambah besar. Meski begitu, ia anak yang cerdas, ceria, dan pemberani. Suatu hari ia berkata kepada orang tuanya, “Aku ingin pergi ke ibu kota Kyoto untuk mencari pengalaman dan menjadi orang yang berguna.”

Orang tuanya cemas, tetapi mereka melepasnya dengan restu. Mereka membekalinya dengan sebatang jarum sebagai pedang, sarung dari batang jerami, mangkuk kayu sebagai perahu, dan sebatang sumpit sebagai dayung.

Dengan mangkuk kecilnya, Issun-boshi mendayung menyusuri sungai sampai ke Kyoto. Di sana ia mendatangi rumah seorang bangsawan dan memohon pekerjaan. Bangsawan itu tertawa melihat tubuhnya yang mungil, tetapi terkesan oleh sopan santun dan kecerdasannya. Issun-boshi pun diterima bekerja dan menjadi pendamping putri sang bangsawan.

Suatu hari sang putri pergi berziarah ke kuil, ditemani Issun-boshi. Di tengah perjalanan, seekor oni, raksasa yang menakutkan, menghadang mereka dan hendak menculik sang putri.

Issun-boshi melompat ke depan. “Jangan sentuh dia!” serunya sambil menghunus pedang jarumnya.

Oni itu tertawa terbahak-bahak, mengambil Issun-boshi, lalu menelannya bulat-bulat. Namun dari dalam perut raksasa itu Issun-boshi menusuk-nusuk dengan jarumnya tanpa henti. Oni itu meraung kesakitan, lalu memuntahkannya keluar. Dengan ketakutan, oni itu lari tunggang langgang.

Saat melarikan diri, oni itu menjatuhkan sebuah palu ajaib, uchide no kozuchi, yang bisa mengabulkan permintaan. Sang putri memungutnya dan mengayunkannya sambil berdoa, “Semoga Issun-boshi tumbuh besar.”

Dengan setiap ayunan, tubuh Issun-boshi bertambah tinggi, hingga ia menjadi pemuda yang gagah. Ia kemudian menikah dengan sang putri, lalu menjemput kedua orang tuanya untuk tinggal bersama mereka di Kyoto.

Issun-boshi tidak pernah membiarkan ukuran tubuhnya menentukan seberapa besar keberaniannya. Yang ia punya hanya sebatang jarum, sebuah mangkuk, dan tekad yang kuat. Ternyata itu cukup.

💖 Pesan Moral

  • Keberanian tidak diukur dari ukuran tubuh, tetapi dari besarnya hati.
  • Manfaatkan apa yang ada di tanganmu, sekecil apa pun, untuk meraih tujuanmu.
  • Kesopanan dan kecerdasan membuka pintu yang tidak bisa dibuka oleh kekuatan.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari dongeng rakyat Jepang Issun-bōshi, yang tercatat dalam kumpulan cerita otogizōshi sejak zaman Muromachi–Edo dan masih populer sebagai dongeng anak.