Saudagar dan Burung Beo
Seekor beo dalam sangkar emas menitipkan pesan untuk kerabatnya di India. Jawaban yang ia terima mengajarinya cara menjadi bebas.
Kumpulan kisah
Seekor beo dalam sangkar emas menitipkan pesan untuk kerabatnya di India. Jawaban yang ia terima mengajarinya cara menjadi bebas.
Dewa Matahari mengutus dua anaknya dari Danau Titicaca dengan sebatang tongkat emas dan satu pesan: dirikan kota di tempat tongkat itu tenggelam…
Ia menyembunyikan selendang seorang bidadari dan menikahinya. Bertahun-tahun bahagia, sampai sebuah tutup periuk dibuka dan sebuah rahasia ditemukan di dasar lumbung.
Seorang kuli mengeluhkan nasibnya di depan rumah orang kaya. Pemilik rumah mengundangnya masuk untuk mendengar harga yang telah ia bayar.
Ryokan diminta menasihati keponakannya yang boros. Semalaman ia tak berkata apa-apa. Pagi harinya ia hanya minta tolong diikatkan tali sandal.
Satu janji membuat seorang raja kehilangan takhta, keluarga, dan kebebasannya. Lalu pada suatu malam di tempat pembakaran mayat, janji itu diuji sekali…
Seorang raja yang tertangkap pemakan manusia meminta izin pulang untuk menepati janji, dan bersumpah akan kembali. Siapa yang mau percaya pada sumpah…
Seorang miskin bertahan semalaman di danau beku, tetapi hadiahnya dibatalkan gara-gara pelita yang jauh. Esoknya Birbal memasak bubur dengan cara yang aneh.
Kudanya bagus, bekalnya banyak, kusirnya mahir. Hanya ada satu hal yang keliru pada pengendara kereta yang ditemui Ji Liang di jalan raya.
Berjalan kaki, salah. Anak menunggang, salah. Ayah menunggang, salah juga. Kisah tentang mustahilnya menyenangkan semua orang.