Monyet dan Buaya
Di tengah sungai, sahabatnya mengaku ingin mengambil hatinya. Tanpa jalan kabur, si monyet hanya punya satu senjata: kepala yang dingin.
Kumpulan kisah
Di tengah sungai, sahabatnya mengaku ingin mengambil hatinya. Tanpa jalan kabur, si monyet hanya punya satu senjata: kepala yang dingin.
Dua kali ia berteriak "Serigala!" hanya untuk bercanda. Ketika serigala sungguhan datang, tak seorang pun mau percaya.
Satu tulisan membuatnya dibuang ke Belanda. Bertahun-tahun kemudian ia melakukan hal yang tak terbayangkan bagi seorang Raden Mas.
Karena iba, seorang lelaki menggunting kepompong agar kupu-kupu mudah keluar. Niatnya baik, tetapi akibatnya tak pernah ia duga.
Sebuah patung berlapis emas menangis melihat kotanya. Seekor burung layang-layang yang hanya mau singgah semalam tak pernah sampai ke Mesir.
Di musim dingin yang menggigit, seorang petani menemukan seekor ular yang kaku kedinginan. Hatinya tergerak untuk menolong makhluk itu.
Martin si tukang sepatu menunggu kunjungan Tuhan sepanjang hari. Yang datang hanya prajurit tua, ibu muda, dan nenek penjual apel. Atau benarkah…
Dua orang bertengkar, dan sang hakim Nasreddin membenarkan keduanya. Ketika istrinya protes, jawabannya membuat seisi ruangan tertawa.
Semua cerita di dunia tersimpan di langit, dan harganya terlalu mahal bahkan bagi raja-raja. Lalu datanglah seekor laba-laba kecil yang bertanya berapa…
Harimau lapar siap menerkam. Kancil menunjuk sarang lebah dan berkata itu gong pusaka milik Raja, yang bunyinya paling merdu di dunia.