Angsa, Udang, dan Ikan Tombak
Karikatur Oskar Schmerling tahun 1913 yang meminjam fabel Krylov: tiga penarik gerobak, tiga arah berbeda. Gambar: Oskar Schmerling · Public domain · sumber
Sebuah gerobak berisi muatan berdiri di tepi jalan, tidak jauh dari danau. Muatannya tidak berat. Dua ekor kuda kurus pun bisa menariknya sambil mengantuk. Tetapi hari itu tidak ada kuda di sana. Yang ada hanya tiga sekawan yang tidak biasa: seekor angsa putih, seekor udang air tawar, dan seekor ikan tombak.
Entah bagaimana awalnya, mereka bertiga telah sepakat untuk membawa gerobak itu bersama-sama.
Ketiganya penuh semangat. Tali diikatkan, simpul dikencangkan, dan masing-masing mengambil tempatnya di depan gerobak. Tak ada yang bertanya ke mana tepatnya gerobak itu akan dibawa. Tak ada yang bertanya siapa yang memberi aba-aba. Rasanya pertanyaan semacam itu tidak perlu. Mereka bertiga rajin, kuat, dan bersungguh-sungguh. Apa lagi yang dibutuhkan?
Mereka mulai menarik.
Angsa membentangkan sayapnya yang lebar dan mengepak ke arah awan. Baginya, jalan terbaik tentu saja ke atas, tempat segalanya luas dan bersih. Ia menarik sampai tali di lehernya menegang.
Udang menancapkan kaki-kakinya ke tanah dan menyentakkan tubuh ke belakang, seperti cara yang selalu dilakukannya seumur hidup. Ia berjalan mundur sekuat tenaga, dan kumisnya gemetar karena kerja keras.
Ikan tombak mengibaskan ekornya dan menarik ke arah danau. Untuk apa orang pergi ke mana pun kalau bukan ke dalam air? Tubuhnya meliuk-liuk, sisiknya berkilat, dan seluruh ototnya bekerja.
Mereka menarik sampai rasanya kulit hampir terlepas dari badan.
Gerobak itu berderit sedikit, lalu diam.
Mereka berhenti sebentar untuk mengambil napas, kemudian menarik lagi lebih keras. Angsa makin ke atas, udang makin ke belakang, ikan tombak makin ke air. Keringat bercucuran, kalau makhluk-makhluk itu bisa berkeringat. Tak satu pun dari mereka bermalas-malasan. Andai ada orang lewat dan menilai dari kesungguhan mereka, pasti ia mengira gerobak itu sudah sampai di kota berikutnya.
Siapa di antara mereka yang salah, dan siapa yang benar? Itu bukan urusan kita untuk memutuskan.
Yang jelas, gerobak itu masih ada di sana sampai hari ini.
💖 Pesan Moral
- Kerja keras tanpa arah yang sama hanya saling meniadakan. Tiga tenaga besar yang berlawanan hasilnya nol.
- Sepakati tujuan sebelum mulai menarik. Pertanyaan “ke mana?” lebih penting daripada semangat yang menyala.
- Setiap orang cenderung menarik ke arah yang paling nyaman baginya. Tugas pemimpin adalah membuat arah itu sama.
- Jangan puas karena semua orang tampak sibuk. Lihat gerobaknya, jangan hanya lihat keringatnya.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Ivan Krylov “Lebed, Shchuka i Rak” (ditulis sekitar 1814, terbit 1816). Aslinya hanya beberapa baris sajak, jadi suasana cerita di sini dikembangkan. Baris penutupnya, “gerobak itu masih ada di sana”, menjadi pepatah dalam bahasa Rusia.