Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Anjing dan Bayangannya

2 menit baca

Anjing yang melepas miliknya demi sebuah bayangan. Ilustrasi J. J. Grandville (1838). Gambar: J. J. Grandville · Public domain · sumber

Seekor anjing sedang berjalan pulang dengan hati gembira. Di mulutnya, ia menggigit sepotong daging yang besar dan lezat. Ia baru saja mendapatkannya dari tukang daging di pasar, dan ia ingin memakannya dengan tenang di rumah.

Dalam perjalanan pulang, ia harus menyeberangi sebuah jembatan kayu sempit yang melintang di atas sungai. Air sungai itu tenang dan jernih, seperti cermin yang memantulkan langit.

Ketika sampai di tengah jembatan, anjing itu melihat ke bawah. Ia terkejut. Di dalam air, ada seekor anjing lain yang menatapnya. Dan anjing itu juga menggigit sepotong daging!

Anjing itu memperhatikan baik-baik. “Hmm,” pikirnya, “sepertinya daging anjing itu lebih besar daripada dagingku.”

Semakin lama ia memandang, semakin besar rasa ingin di hatinya. Ia sudah punya daging yang cukup untuk makan malam, bahkan mungkin untuk esok hari. Tetapi sekarang daging itu terasa kurang. Ia menginginkan yang di bawah sana juga.

“Kalau aku bisa merebut daging anjing itu,” pikirnya lagi, “aku akan punya dua potong. Aku akan menjadi anjing paling kenyang di desa ini.”

Ia menggeram ke arah air. Anjing di bawah sana juga menggeram ke arahnya. Itu membuatnya semakin marah. Ia memutuskan untuk menakut-nakuti anjing itu supaya menjatuhkan dagingnya.

Maka ia membuka mulutnya lebar-lebar dan menggonggong keras: “Guk! Guk!”

Pada saat itu juga, daging yang tadi digigitnya jatuh dari mulutnya. Byur! Daging itu tenggelam ke dalam sungai dan terbawa arus.

Anjing itu terpaku. Ia melihat ke bawah lagi. Anjing di dalam air kini juga tidak lagi membawa daging. Yang ada hanya seekor anjing dengan mulut kosong dan wajah bingung, persis seperti dirinya.

Barulah ia sadar. Selama ini tidak ada anjing lain. Yang ia lihat hanyalah bayangannya sendiri. Dan daging yang lebih besar itu hanyalah pantulan dari daging miliknya sendiri, yang kini hilang untuk selamanya.

Dengan perut lapar dan kepala tertunduk, anjing itu berjalan pulang. Malam itu ia tidak makan apa-apa.

💖 Pesan Moral

  • Keserakahan bisa membuat kita kehilangan apa yang sudah kita miliki.
  • Rumput tetangga sering terlihat lebih hijau, padahal kadang itu hanya bayangan dari milik kita sendiri.
  • Belajarlah merasa cukup dan mensyukuri apa yang ada di tangan.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Aesop (Yunani kuno), “Anjing dan Bayangannya”, yang juga digubah oleh Jean de La Fontaine dalam “Le Chien qui lâche sa proie pour l’ombre”.