Bo Ya dan Zhong Ziqi: Kisah Sahabat Sejati (知音)
"Bo Ya Memainkan Qin, Zhong Ziqi Mendengarkan", lukisan Kano Motonobu (abad ke-16). Kisah dua sahabat ini dikenang hingga ke Jepang. Gambar: Kanō Motonobu · Public domain · sumber
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemain kecapi bernama Bo Ya. Permainannya sangat indah. Jari-jarinya seolah bisa membuat senar qin, kecapi tujuh dawai, bercerita tentang apa saja. Banyak orang memuji kemahirannya, tetapi di dalam hatinya Bo Ya merasa kesepian. Mereka mendengar suaranya yang merdu, tetapi tidak ada yang benar-benar memahami apa yang ingin ia sampaikan lewat musiknya.
Suatu hari, Bo Ya sedang memainkan kecapinya di alam terbuka. Di dekatnya, seorang penebang kayu bernama Zhong Ziqi berhenti untuk mendengarkan.
Bo Ya memejamkan mata, lalu memainkan sebuah lagu sambil membayangkan gunung yang menjulang tinggi. Ketika lagu itu selesai, Zhong Ziqi berkata pelan, “Indah sekali! Megah dan menjulang, seperti Gunung Tai.”
Bo Ya terkejut. Ia lalu memainkan lagu lain, kali ini membayangkan air sungai yang mengalir deras. Zhong Ziqi kembali berkata, “Indah sekali! Luas dan bergelora, seperti sungai yang mengalir tanpa henti.”
Apa pun yang Bo Ya bayangkan saat bermain, Zhong Ziqi selalu bisa menangkapnya. Untuk pertama kalinya, Bo Ya merasa benar-benar dimengerti. Seorang musisi istana dan seorang penebang kayu sederhana, dua orang dengan kehidupan yang sangat berbeda, menemukan bahwa hati mereka berbicara dalam bahasa yang sama.
Sejak itu mereka bersahabat erat. Bo Ya sering bermain, dan Zhong Ziqi setia mendengarkan.
Namun waktu tidak bisa ditahan. Beberapa waktu kemudian, Zhong Ziqi jatuh sakit dan meninggal dunia.
Bo Ya sangat berduka. Ia merasa sebagian dari dirinya ikut pergi. Ia mengambil kecapi kesayangannya, lalu memutuskan senar-senarnya dan memecahkan kecapi itu. Sejak hari itu, sampai akhir hayatnya, Bo Ya tidak pernah lagi bermain kecapi. Baginya, tidak ada lagi orang di dunia ini yang layak dan mampu mendengarkan musiknya.
Kisah ini tercatat dalam kitab Liezi dan Lüshi Chunqiu, lalu terus diceritakan ulang selama berabad-abad. Dari kisah inilah lahir dua ungkapan yang sangat indah. Yang pertama, 高山流水 (gāo shān liú shuǐ), “gunung tinggi dan air mengalir”, yang dipakai untuk menggambarkan musik yang luhur atau persahabatan yang dalam. Yang kedua, 知音 (zhīyīn), secara harfiah “orang yang memahami nada”, yang sampai sekarang dipakai untuk menyebut sahabat sejati, orang yang benar-benar mengerti isi hati kita.
Ada pepatah Tionghoa yang berkata: 知音难觅, sahabat yang benar-benar memahami kita sangat sulit dicari. Mungkin karena itulah, kalau kita sudah menemukannya, kita perlu menjaganya baik-baik.
💖 Pesan Moral
- Sahabat sejati bukan hanya yang mendengar, tetapi yang memahami.
- Persahabatan tidak mengenal status. Seorang musisi dan seorang penebang kayu bisa menjadi belahan jiwa.
- Hargai orang yang mengerti dirimu selagi ia masih ada. Sampaikan rasa terima kasihmu hari ini.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kitab Liezi, bab “Tang Wen”, dan Lüshi Chunqiu, bab “Ben Wei”, asal-usul ungkapan 高山流水 dan 知音. Detail bahwa Zhong Ziqi adalah penebang kayu berasal dari tradisi cerita sesudahnya.