Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Lelaki Tua dan Jembatan

2 menit baca

Jembatan sederhana dari dua batang kayu di atas arus deras. Gambar: Mike Shaw · CC BY-SA 4.0 · sumber

Hari sudah menjelang malam ketika seorang lelaki tua sampai di tepi sebuah jurang. Udara dingin dan langit berwarna kelabu. Rambutnya sudah putih, langkahnya lambat, dan tongkatnya menopang hampir seluruh berat tubuhnya. Ia telah berjalan seumur hidup, dan perjalanan itu hampir selesai.

Jurang itu lebar dan dalam. Di dasarnya mengalir air keruh yang bergulung-gulung. Bagi orang lain mungkin tempat itu menakutkan, tetapi lelaki tua itu sudah melewati banyak rintangan seperti ini. Dalam remang senja ia menyeberang dengan hati-hati, selangkah demi selangkah, dan akhirnya tiba di sisi lain tanpa kurang suatu apa.

Semestinya ia melanjutkan perjalanan. Tetapi ia berhenti di sana dan menoleh ke belakang, memandangi air yang baru saja ia lewati. Lama ia berdiri. Kemudian ia meletakkan bungkusannya, menggulung lengan bajunya, dan mulai mengangkut kayu dan batu.

Ia sedang membangun jembatan.

Seorang pengembara lain yang berjalan di dekatnya berhenti dan menatapnya dengan heran.

“Pak Tua,” serunya, “Bapak hanya membuang-buang tenaga! Perjalanan Bapak akan berakhir bersama hari ini. Bapak sudah menyeberang, dan Bapak tidak akan pernah lewat sini lagi. Untuk apa membangun jembatan pada senja seperti ini?”

Lelaki tua itu berhenti sebentar. Ia meluruskan punggungnya yang sakit, menyeka keringat, lalu mengangkat wajahnya yang berkerut.

“Sahabatku,” jawabnya pelan, “di jalan yang tadi saya lalui, ada seorang anak muda yang mengikuti. Sebentar lagi ia akan tiba di tempat ini.”

Ia menoleh ke arah air yang gelap.

“Jurang ini tidak berarti apa-apa bagi saya. Tetapi bagi anak muda itu, tempat ini bisa menjadi perangkap. Ia pun harus menyeberang saat hari gelap. Karena itu, untuk dialah saya membangun jembatan ini.”

Pengembara itu tidak lagi berkata apa-apa. Lelaki tua itu kembali mengangkat kayunya, dan senja pun perlahan turun di sekelilingnya.

💖 Pesan Moral

  • Tidak semua kerja harus kembali kepada kita. Lelaki tua itu tak akan pernah memakai jembatannya, dan justru itulah yang membuat pekerjaannya indah.
  • Pengalaman adalah bahan bangunan. Orang yang sudah berhasil melewati kesulitan paling tahu di mana orang berikutnya bisa terperosok.
  • Tak pernah terlalu tua untuk memulai. Ia mulai membangun saat hari sudah senja. Masih ada yang bisa kita tinggalkan untuk generasi berikutnya.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari puisi The Bridge Builder karya penyair Amerika Will Allen Dromgoole (1860–1934).