Balon Hitam
Red Balloon, lukisan Paul Klee. Balon itu melayang di atas kota. Gambar: Paul Klee · Public domain · sumber
Setiap sore, seorang penjual balon berdiri di sudut taman kota dengan segenggam tali di tangannya. Di atas kepalanya bergoyang balon berwarna-warni: merah, kuning, biru, hijau, dan ungu. Lelaki itu sudah lama berjualan, dan ia tahu satu rahasia kecil dalam pekerjaannya.
Bila jalan mulai sepi dan tidak ada anak yang datang, ia memilih satu balon, membuka genggamannya, dan membiarkan balon itu lepas. Balon merah naik perlahan, melewati dahan pohon, dan terus menuju langit. Anak-anak yang tadinya bermain di kejauhan langsung mendongak. Mereka menunjuk-nunjuk, berlarian mendekat, dan menarik tangan orang tua mereka ke arah gerobak. Dagangan pun laku lagi.
Ketika keramaian mereda, ia melepaskan balon lain. Kali ini kuning. Lalu biru. Begitu terus sepanjang sore.
Dari tadi seorang bocah lelaki berdiri agak jauh sambil memperhatikan. Ia tidak berebut seperti yang lain. Matanya mengikuti balon-balon itu satu per satu sampai menjadi titik kecil di langit. Lalu ia berjalan mendekat dan menatap ke atas gerobak, tempat sebuah balon hitam masih tertambat di antara warna-warna cerah. Sedari tadi balon itu tidak pernah dipilih.
Bocah itu menarik pelan lengan baju si penjual.
“Pak,” katanya ragu, “kalau balon hitam itu dilepaskan, apakah ia bisa terbang juga?”
Penjual balon menunduk. Ia melihat bagaimana anak itu bertanya: pelan, seakan-akan takut pada jawabannya. Ia merasa pertanyaan tersebut tidak sekadar soal balon.
Tanpa berkata apa-apa, ia melepas ikatan balon hitam itu dan membuka genggamannya. Balon itu naik. Ia melewati dahan pohon, melewati atap, dan terus naik, sama seperti yang lain. Mereka berdua mendongak sampai balon itu tak terlihat lagi.
Si penjual lalu berjongkok agar matanya sejajar dengan mata bocah itu.
“Dengar, Nak,” katanya sambil tersenyum. “Warnanya tidak menentukan. Yang membuat balon naik adalah apa yang ada di dalamnya.”
Bocah itu mengangguk pelan. Ia tidak membeli apa-apa sore itu, tetapi ia pulang dengan langkah yang lebih tegak.
💖 Pesan Moral
- Penampilan tidak menentukan seberapa tinggi seseorang bisa naik. Warna, bentuk, atau asal-usul hanya lapisan luar.
- Isi hati perlu diisi. Balon tanpa udara tak akan terbang, secerah apa pun warnanya. Kesungguhan, ilmu, dan akhlak juga harus diisi terus-menerus.
- Jawablah pertanyaan anak dengan serius. Di balik pertanyaan sederhana sering tersembunyi keraguan tentang dirinya sendiri.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari perumpamaan populer yang sering dipakai dalam ceramah motivasi; ini salah satu versinya, dan penulis aslinya tidak diketahui.