Gudang Inspirasi Hidup
Humor

Orang Chelm Memindahkan Gunung

2 menit baca

Bukit katedral di kota Chełm, Polandia, kota nyata di balik cerita rakyat ini. Gambar: Hanc Tomasz · CC BY-SA 3.0 · sumber

Chelm sudah makin ramai. Rumah-rumah berimpitan, dan keluarga baru tak punya tempat untuk membangun. Masalahnya jelas sekali bagi siapa pun yang memandang ke arah kota: sebuah gunung berdiri terlalu dekat, memakan tanah yang bisa dipakai.

Para tetua bersidang berhari-hari. Akhirnya kesimpulan yang sangat masuk akal dicapai.

“Kita tidak perlu mencari tanah baru,” kata tetua paling bijak. “Kita pindahkan saja gunung itu sedikit ke belakang.”

Tidak ada yang keberatan. Mengapa tak terpikir sejak dulu? Pagi berikutnya seluruh lelaki Chelm yang kuat berbaris ke kaki gunung. Mereka berbaris rapat, menempelkan bahu ke lereng, dan menunggu aba-aba.

“Dorong!”

Mereka mendorong. Kaki tergelincir, wajah memerah, urat leher menegang. Gunung itu diam saja, tetapi gunung memang terkenal lamban. Matahari mulai naik dan hari menjadi panas. Keringat bercucuran, dan jaket tebal mereka terasa makin berat.

“Lepas jaket!” seru seseorang. “Kalau badan kita lebih ringan, dorongan kita lebih kuat.”

Semua orang setuju. Jaket-jaket dilepas dan ditumpuk rapi di belakang mereka, lalu pekerjaan dilanjutkan dengan semangat baru.

Saat itu seorang pencuri kebetulan lewat di jalan. Ia berhenti sebentar dan memandang pemandangan yang tak pernah dilihatnya: ratusan lelaki membelakanginya, mendorong gunung, dan di dekatnya setumpuk jaket bagus tanpa penjaga. Ia sudah lama berkecimpung dalam pekerjaannya, tetapi jarang mendapat rezeki sebesar itu. Tanpa bersuara, ia mengangkut semua jaket itu dan menghilang.

Warga Chelm terus mendorong sepanjang hari. Ketika matahari mulai rendah, tenaga mereka habis. Mereka berhenti, meluruskan punggung yang sakit, dan menoleh ke belakang.

Tumpukan jaket tidak ada. Sejauh mata memandang, tidak terlihat satu jaket pun.

Mereka terdiam. Lalu tetua yang paling bijak mengusap keringat dari dahinya dan perlahan-lahan tersenyum lebar.

“Saudara-saudara,” katanya dengan suara bergetar karena haru, “lihatlah! Kita telah mendorong gunung ini begitu jauh, sampai jaket kita pun sudah tak kelihatan lagi!”

Sorak-sorai membelah senja. Mereka saling berpelukan dan pulang dengan bangga, walau agak kedinginan. Sejak hari itu, warga Chelm yakin mereka bisa melakukan apa saja kalau bekerja sama. Soal mengambil jaket, mereka sepakat bisa dilakukan besok, karena tempatnya sudah terlalu jauh untuk ditempuh malam-malam.

💖 Pesan Moral

  • Ukur hasil dengan tolok ukur yang benar. Yang bergerak bukan gunungnya, melainkan jaket mereka.
  • Kalau hendak bekerja bakti, tunjuk satu orang untuk menjaga barang. Sebaiknya bukan orang Chelm.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari cerita rakyat Yahudi tentang orang-orang bijak Chelm. Kisah ini beredar dalam berbagai versi, dan inilah salah satunya.