Empat Lilin
Empat nyala kecil di tengah kegelapan. Gambar: Aditijuneja2023 · CC BY-SA 4.0 · sumber
Listrik padam sejak senja. Di sebuah rumah yang sunyi, empat batang lilin menyala di atas meja, dan malam itu begitu hening sampai suara mereka terdengar.
Lilin pertama berkata pelan, “Aku Damai. Lihatlah dunia ini: orang bertengkar di jalan, di kantor, bahkan di meja makan. Tak ada yang mau menjagaku lagi. Rasanya aku tak sanggup menyala lebih lama.”
Apinya bergetar, mengecil, lalu padam. Seutas asap tipis naik ke langit-langit.
Lilin kedua menghela napas. “Aku Iman. Banyak orang merasa tak lagi membutuhkanku. Mereka hanya mengingatku saat terdesak, lalu melupakanku lagi. Untuk apa aku terus menyala?”
Angin kecil masuk dari celah jendela, dan padamlah lilin kedua.
Kini ruangan menjadi lebih gelap. Dengan suara yang hampir tak terdengar, lilin ketiga berbicara. “Aku Cinta. Aku masih punya tenaga, tetapi orang-orang sibuk sekali. Mereka tak punya waktu untukku. Bahkan orang yang paling dekat pun sering mereka abaikan.”
Tak lama kemudian lilin itu pun mati.
Pada saat itu pintu kamar terbuka. Seorang anak masuk sambil meraba-raba dinding dalam gelap, dan ia melihat tiga lilin yang sudah padam di atas meja.
“Kenapa kalian mati?” katanya dengan suara bergetar. “Bukankah kalian seharusnya menyala sampai pagi?”
Air matanya mulai mengalir. Tetapi dari ujung meja terdengar suara yang lembut.
“Jangan takut, Nak. Selama aku masih menyala, kita bisa menyalakan yang lain. Akulah Harapan.”
Anak itu mengusap matanya. Di sudut meja, satu nyala kecil masih bertahan. Ia mengambil lilin itu dengan hati-hati, memiringkannya, dan satu demi satu menyalakan kembali Cinta, Iman, dan Damai. Ruangan pun terang lagi. Di luar, listrik masih belum menyala, tetapi anak itu sudah tidak takut.
💖 Pesan Moral
- Selama masih ada satu nyala kecil, belum semuanya hilang. Dalam masa paling gelap pun, jagalah harapan terlebih dahulu.
- Kebaikan yang tak dirawat bisa padam diam-diam. Damai, iman, dan cinta jarang mati karena serangan; lebih sering karena dibiarkan.
- Kadang tangan kecil yang menyelamatkan. Lilin tidak bisa menyalakan dirinya sendiri; seseorang harus mau mengangkatnya.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari perumpamaan modern yang beredar luas tanpa nama penulis; asal-usulnya tidak diketahui.