Bayangan Busur di Dalam Cawan (杯弓蛇影)
Cawan arak perunggu kuno di Museum Hunan. Di permukaan arak dalam cawan seperti inilah bayangan busur tampak seperti seekor ular. Gambar: Huangdan2060 · CC0 · sumber
Pada masa Dinasti Jin, hiduplah seorang pejabat bernama Yue Guang yang dikenal ramah dan suka menjamu sahabat-sahabatnya. Salah seorang sahabat dekatnya sering datang berkunjung, minum arak, dan berbincang sampai larut malam.
Namun suatu ketika, sahabat itu lama sekali tidak muncul. Minggu berganti minggu, tidak ada kabar. Yue Guang merasa heran, lalu mengutus orang untuk menanyakan keadaannya. Ternyata sahabatnya itu sedang sakit parah.
Yue Guang segera datang menjenguk. Ia mendapati sahabatnya terbaring lemah dengan wajah pucat. “Apa yang terjadi denganmu?” tanyanya.
Dengan suara pelan, sahabatnya bercerita. “Terakhir kali aku minum di rumahmu, ketika aku mengangkat cawan, aku melihat ada seekor ular kecil di dalam araknya. Aku sangat jijik dan takut, tetapi aku tidak enak hati menolak suguhanmu. Jadi aku meminumnya juga. Sejak pulang dari sana, perutku terasa tidak enak dan aku jatuh sakit.”
Yue Guang terkejut sekaligus bingung. Mana mungkin ada ular di dalam araknya? Ia pulang dan merenung lama. Lalu ia pergi ke ruang tamu tempat mereka biasa minum, dan duduk tepat di kursi yang dulu diduduki sahabatnya.
Saat itulah matanya tertumbuk pada dinding di seberang. Di sana tergantung sebuah busur yang dihiasi pernis berwarna, dengan ukiran berbentuk ular. Yue Guang menuangkan arak ke dalam cawan, meletakkannya di posisi yang sama, lalu melihat ke dalamnya. Benar saja, bayangan busur itu jatuh tepat di permukaan arak dan tampak seperti seekor ular kecil yang melingkar.
Yue Guang langsung mengundang sahabatnya datang lagi. Ia mempersilakannya duduk di tempat yang sama dan menuangkan arak ke cawan yang sama. “Coba lihat lagi, apakah ularnya masih ada?”
Sahabatnya melihat dan mengangguk ketakutan. “Ada, sama seperti waktu itu.”
Yue Guang tertawa, lalu menunjuk ke dinding. “Itu bukan ular. Itu bayangan busur yang tergantung di sana!” Ia menurunkan busur itu, dan seketika bayangan ular di dalam cawan pun lenyap.
Sahabatnya tertegun, lalu ikut tertawa lega. Menurut catatan sejarah, penyakit yang sudah berminggu-minggu menyiksanya itu langsung sembuh pada hari itu juga.
Dari kisah inilah lahir peribahasa 杯弓蛇影 (bēi gōng shé yǐng), “busur di cawan tampak seperti bayangan ular”. Peribahasa ini menggambarkan orang yang ketakutan atau curiga karena prasangkanya sendiri, padahal tidak ada apa-apa yang perlu ditakuti.
💖 Pesan Moral
- Banyak ketakutan lahir dari pikiran kita sendiri. Periksa dulu kenyataannya sebelum membiarkan rasa cemas menguasai.
- Berani bertanya dan berterus terang bisa menyelesaikan masalah yang sudah lama dipendam.
- Sahabat sejati mencari akar masalah, bukan sekadar menghibur.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari Jin Shu (Kitab Sejarah Dinasti Jin), biografi Yue Guang; kisah serupa yang lebih tua juga tercatat dalam Fengsu Tongyi karya Ying Shao (abad ke-2). Asal-usul peribahasa 杯弓蛇影.