Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Hercules dan Si Kusir

2 menit baca

Kusir berlutut memohon pertolongan, sementara Hercules menyaksikan dari atas awan. Gambar: The Strand Magazine · Public domain · sumber

Hujan semalaman telah mengubah jalan desa menjadi kubangan panjang. Seorang kusir menjalankan gerobaknya yang penuh muatan melewati jalan itu. Roda-rodanya berat, kuda-kudanya mendengus, dan perjalanan terasa semakin lambat.

Di sebuah tikungan, roda gerobak terperosok ke lumpur yang dalam. Si kusir melecut tali kekang. Kuda-kuda menghentak dan menarik sekuat tenaga sampai napas mereka mengepul. Gerobak itu tidak bergerak. Roda justru makin terbenam.

Si kusir turun dari tempat duduknya dan berdiri di tepi jalan memandangi rodanya. Ia menggeleng, menepuk dahinya, dan menggerutu tentang hujan, jalan, serta nasibnya yang buruk. Ia melihat ke depan dan ke belakang. Tidak ada orang lain di jalan itu.

Orang-orang di negerinya percaya kepada Hercules, sang pahlawan perkasa yang kekuatannya tak tertandingi. Maka si kusir jatuh berlutut di tepi jalan, mengangkat kedua tangannya ke langit, dan mulai berseru.

“Hercules! Wahai Hercules yang perkasa! Tolonglah aku! Lihatlah keadaanku!”

Ia berseru lagi dan lagi. Setiap kali ia berhenti sebentar, memandang langit, lalu berseru lebih keras. Kuda-kudanya berdiri diam dengan kaki terbenam lumpur. Rodanya tetap di tempat. Tangannya tetap bersih.

Akhirnya, menurut dongeng ini, Hercules sendiri muncul dan menatap si kusir yang masih berlutut itu.

“Bangun,” katanya. “Tempelkan bahumu ke roda itu dan lecut kuda-kudamu. Sesudah itu baru kau boleh memanggil namaku. Kalau kau sendiri tidak mau mengangkat satu jari pun, jangan harap Hercules atau siapa saja akan datang membantu.”

Si kusir terdiam. Lututnya basah, dan ia merasa agak malu. Ia pun berdiri, mengambil beberapa ranting dan batu untuk mengganjal, lalu menempelkan bahunya ke jari-jari roda. Lumpur langsung memercik sampai ke wajahnya.

“Hup!” teriaknya kepada kuda-kuda.

Ia mendorong dengan seluruh tenaganya. Kaki-kakinya terbenam, ototnya menegang, dan kuda-kuda menarik sekali lagi. Roda itu bergerak sedikit, lalu sedikit lagi, dan dengan bunyi hisapan panjang, gerobak itu terangkat keluar dari lubang.

Dengan pakaian penuh lumpur, si kusir naik kembali ke tempat duduknya dan melanjutkan perjalanan.

💖 Pesan Moral

  • Berdoa dan berusaha berjalan bersama. Harapan yang tidak disertai tindakan hanya membuat roda makin dalam.
  • Mulailah dari apa yang ada di tanganmu. Sering kali bantuan datang setelah kita sendiri mulai bergerak.
  • Mengeluh terasa seperti melakukan sesuatu, padahal tidak. Si kusir sibuk berseru, sementara rodanya tidak bergerak sejengkal pun.
  • Jangan takut kotor. Bahu yang berlumpur sering menjadi harga dari perjalanan yang berlanjut.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Aesop “Hercules and the Waggoner”. Hercules adalah tokoh mitologi Yunani-Romawi yang dipertahankan sesuai sumbernya.