Katak dan Lembu
Katak yang terus menggembungkan diri. Ilustrasi Arthur Rackham (1912). Gambar: Arthur Rackham · Public domain · sumber
Di sebuah padang rumput, ada sebuah kolam kecil yang menjadi rumah bagi seekor katak tua dan anak-anaknya. Katak tua itu merasa dirinya cukup besar dan penting. Di kolam itu, tidak ada katak lain yang lebih besar darinya.
Suatu pagi, anak-anak katak bermain di tepi padang. Tiba-tiba, mereka melihat seekor lembu besar sedang merumput. Mereka belum pernah melihat makhluk sebesar itu. Tubuhnya seperti bukit, kakinya seperti batang pohon, dan setiap kali melangkah, tanah di sekitar kolam bergetar.
Ketakutan, mereka melompat pulang dan menemui ayah mereka.
“Ayah! Ayah! Kami baru saja melihat seekor monster raksasa!” seru salah satu dari mereka. “Besar sekali! Besarnya melebihi apa pun yang pernah kami lihat!”
Katak tua itu merasa sedikit tersinggung. “Besar? Sebesar apa?” tanyanya. Ia lalu menarik napas dalam-dalam dan menggembungkan perutnya. “Apakah sebesar ini?”
“Oh, jauh lebih besar dari itu, Ayah!”
Katak tua itu tidak senang mendengarnya. Ia menarik napas lagi, lebih dalam, dan menggembungkan tubuhnya lebih besar lagi. Kulitnya mulai meregang. “Kalau begitu, apakah sebesar ini?”
“Masih jauh lebih besar, Ayah,” jawab anak-anaknya.
Katak tua itu tidak mau kalah. Ia merasa harga dirinya dipertaruhkan. Mana mungkin ada makhluk yang jauh lebih besar darinya? Ia menarik napas sekali lagi, dan sekali lagi, menggembungkan tubuhnya sekuat tenaga. Matanya melotot, pipinya menggelembung, perutnya menjadi bulat seperti bola.
Anak-anaknya mulai khawatir. “Ayah, sudahlah! Berhenti, Ayah! Ayah tidak akan bisa sebesar itu, sekalipun Ayah menggembung sampai pecah!”
Tetapi katak tua itu tidak mendengarkan. Ia terus menggembungkan diri, sedikit lagi, dan sedikit lagi, sampai akhirnya terdengar bunyi “Pop!” Dan katak tua itu pun tidak ada lagi.
Anak-anak katak terpaku dalam diam. Dari kejauhan, lembu besar itu tetap merumput dengan tenang. Ia bahkan tidak pernah tahu ada seekor katak yang mencoba menyamai ukurannya.
💖 Pesan Moral
- Jangan memaksakan diri menjadi seperti orang lain hanya demi gengsi.
- Kesombongan dan rasa iri bisa menghancurkan diri sendiri.
- Kenali dan terimalah ukuran dirimu; hiduplah sesuai kemampuan, bukan sesuai pandangan orang.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Aesop (Yunani kuno), “Katak dan Lembu”, yang juga digubah oleh Phaedrus dan Jean de La Fontaine dalam “La Grenouille qui se veut faire aussi grosse que le Bœuf”.