Gudang Inspirasi Hidup
Humor

Apa yang Dilakukan Suami Selalu Benar

3 menit baca

Kuda, sapi, domba, angsa, ayam: rantai tukar-menukar sang suami. Gambar: Lorenz Frølich · Public domain · sumber

Di sebuah desa tua hiduplah sepasang petani miskin. Rumah mereka beratap jerami yang ditumbuhi lumut, dan satu-satunya harta berharga yang mereka miliki adalah seekor kuda. Kuda itu biasa merumput di pinggir jalan.

Suatu hari sang istri berkata, “Suamiku, hari ini ada pasar di kota. Pergilah ke sana, jual kuda kita atau tukarkan dengan sesuatu yang lebih berguna. Apa pun yang kau lakukan, pasti benar.” Ia merapikan syal suaminya dengan penuh kasih dan menciumnya. Sang petani pun berangkat menunggang kudanya.

Di tengah jalan, ia bertemu seorang lelaki yang menuntun seekor sapi. “Sapi itu pasti memberi susu yang enak,” pikirnya. “Bagaimana kalau kita bertukar?” Pemilik sapi setuju dengan senang hati. Kuda pun ditukar dengan sapi.

Tak lama kemudian, ia bertemu seorang lelaki yang menggiring seekor domba gemuk. “Domba lebih mudah dirawat, bisa makan rumput di pinggir parit, dan bulunya bisa ditenun,” pikirnya. Sapi pun ditukar dengan domba.

Lalu ia melihat seorang lelaki membawa seekor angsa besar. “Istriku sudah lama ingin punya angsa,” katanya. Domba pun ditukar dengan angsa. Setelah itu ia bertemu seorang perempuan dengan ayam betina. “Ayam paling murah dirawat, cukup dengan remah-remah,” pikirnya. Angsa pun ditukar dengan ayam.

Hari mulai siang. Ia mampir ke sebuah kedai untuk minum. Di pintu kedai ia berpapasan dengan seorang lelaki yang membawa sekarung apel busuk. “Tahun lalu pohon apel kami hanya berbuah satu, dan istriku menyimpannya sampai busuk karena sayang. Ia pasti senang melihat sekarung apel!” Maka ayam pun ditukar dengan sekarung apel busuk.

Di dalam kedai, karung itu ia letakkan dekat tungku, sehingga apel-apelnya mendesis kepanasan. Dua orang Inggris kaya yang sedang duduk di sana penasaran. Petani itu pun bercerita tentang semua pertukarannya, dari kuda hingga apel busuk.

Kedua orang Inggris itu tertawa terbahak-bahak. “Istrimu pasti akan memarahimu habis-habisan!”

“Tidak,” jawab petani itu tenang. “Ia akan menciumku dan berkata, ‘Apa yang dilakukan suamiku selalu benar.'”

“Kami bertaruh satu karung emas bahwa kau salah!” Taruhan pun disepakati, dan mereka bertiga berangkat ke rumah si petani.

Sang istri menyambut suaminya dengan gembira. Satu demi satu petani itu menceritakan pertukarannya. Kuda ditukar sapi? “Syukurlah, kita akan punya susu!” Sapi ditukar domba? “Lebih baik lagi, rumput kita cukup untuk domba, dan aku bisa membuat kaus kaki wol!” Domba ditukar angsa? “Aku memang ingin angsa!” Angsa ditukar ayam? “Ayam bertelur, telurnya menetas, kita akan punya banyak ayam!”

Akhirnya, sekarung apel busuk. “Oh, kebetulan sekali! Tadi pagi aku ke tetangga meminjam daun bawang, dan ia mengejek bahwa kami terlalu miskin, sampai sebutir apel busuk pun tak punya. Sekarang aku bisa meminjamkan sekarung kepadanya!” Lalu ia mencium suaminya. “Terima kasih, Suamiku. Apa pun yang kau lakukan selalu benar.”

Kedua orang Inggris itu tertawa dan dengan senang hati menyerahkan sekarung emas. Kata mereka, pasangan yang begitu saling percaya pantas mendapatkannya.

💖 Pesan Moral

  • Kepercayaan dan kasih sayang dalam rumah tangga lebih berharga daripada sekarung emas.
  • Cara kita menyikapi sesuatu menentukan apakah itu menjadi kerugian atau kebahagiaan.
  • Melihat sisi baik dari setiap keadaan membuat hidup lebih ringan dan hangat.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari dongeng Hans Christian Andersen, “Apa yang Dilakukan Suami Selalu Benar” (1861), yang diangkat dari sebuah dongeng rakyat Denmark.