Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Pakaian Baru Kaisar

3 menit baca

Alat tenun yang kosong, tetapi tak seorang pun berani mengakuinya. Gambar: Edmund Dulac · Public domain · sumber

Dahulu kala ada seorang kaisar yang sangat menyukai pakaian baru. Ia menghabiskan hampir seluruh uangnya untuk berdandan. Ia tidak peduli pada tentaranya, tidak tertarik pada pertunjukan, dan hanya mau keluar istana untuk memamerkan baju barunya. Konon, ia punya pakaian berbeda untuk setiap jam dalam sehari.

Suatu hari datanglah dua penipu yang mengaku sebagai penenun. Mereka berkata bisa menenun kain paling indah di dunia. “Kain kami punya keajaiban,” kata mereka. “Kain ini tidak akan terlihat oleh orang yang bodoh atau tidak pantas memegang jabatannya.”

Kaisar sangat tertarik. “Dengan baju seperti itu, aku bisa tahu siapa pejabatku yang tidak becus,” pikirnya. Ia segera memberi mereka banyak uang, sutra halus, dan benang emas.

Kedua penipu itu memasang dua alat tenun dan berpura-pura bekerja siang dan malam. Padahal tidak ada sehelai benang pun di alat tenun itu. Sutra dan emasnya mereka simpan sendiri.

Kaisar ingin tahu perkembangan kain itu, tetapi ia agak cemas. Maka ia mengutus menterinya yang tua dan jujur. Sang menteri menatap alat tenun yang kosong dan terkejut. “Astaga, aku tidak melihat apa-apa! Apakah aku bodoh? Tidak boleh ada yang tahu!” Maka ia memuji, “Indah sekali! Coraknya, warnanya, luar biasa!” Pejabat kedua yang diutus pun melakukan hal yang sama.

Akhirnya kaisar sendiri datang bersama rombongannya. Ia juga tidak melihat apa-apa. “Gawat,” pikirnya, “apakah aku bodoh? Apakah aku tidak pantas menjadi kaisar?” Tetapi ia tersenyum lebar dan berkata, “Sangat indah! Aku sangat menyukainya!” Semua pengiringnya ikut mengangguk dan memuji kain yang tidak ada itu.

Mereka menyarankan agar kaisar memakai baju baru itu dalam arak-arakan besar. Pada hari yang ditentukan, kedua penipu berpura-pura memakaikan kemeja, celana, dan jubah panjang ke tubuh kaisar. “Kainnya seringan sarang laba-laba, Baginda. Rasanya seperti tidak memakai apa-apa, itulah keistimewaannya.”

Kaisar pun berjalan di bawah payung kebesaran, sementara para pelayan berpura-pura memegangi ekor jubahnya. Rakyat di sepanjang jalan berseru, “Lihat, alangkah indahnya baju baru kaisar!” Tak seorang pun mau mengaku tidak melihat apa-apa, karena takut dianggap bodoh.

Tiba-tiba seorang anak kecil berteriak polos, “Tapi kaisar tidak pakai baju apa-apa!”

“Dengarlah suara anak yang tak berdosa ini,” kata ayahnya. Bisik-bisik menjalar dari satu orang ke orang lain, sampai akhirnya semua orang berseru, “Kaisar tidak pakai baju!”

Kaisar merinding, sebab ia tahu mereka benar. Tetapi ia berpikir, “Arak-arakan harus tetap berjalan.” Maka ia berjalan lebih tegak lagi, dan para pelayannya terus memegangi ekor jubah yang tidak pernah ada.

💖 Pesan Moral

  • Gengsi dan takut dianggap bodoh bisa membuat banyak orang membohongi diri sendiri bersama-sama.
  • Kejujuran sederhana, seperti suara seorang anak, dibutuhkan untuk membuka mata semua orang.
  • Pemimpin perlu orang-orang yang berani berkata jujur, bukan sekadar pandai memuji.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari dongeng Hans Christian Andersen, “Pakaian Baru Kaisar” (1837), yang berakar dari sebuah kisah dalam kumpulan Spanyol abad ke-14, El Conde Lucanor.