Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Keong Mas

2 menit baca

Keong mas, wujud Candra Kirana selama terkena kutukan. Gambar: H. Zell · CC BY-SA 3.0 · sumber

Dahulu kala di Kerajaan Daha, Jawa Timur, hiduplah dua putri raja, Dewi Galuh dan Candra Kirana. Candra Kirana dikenal ramah dan lembut, dan ia telah dijodohkan dengan Raden Inu Kertapati, pangeran dari Kerajaan Jenggala.

Dewi Galuh merasa iri. Ia diam-diam juga menaruh hati pada Raden Inu. Ia lalu menemui seorang penyihir dan meminta agar adiknya dilenyapkan dari istana. Penyihir itu mengutuk Candra Kirana menjadi seekor keong berwarna keemasan, lalu membuangnya ke sungai. Kutukan itu hanya akan hilang jika ia bertemu kembali dengan tunangannya.

Keong emas itu hanyut berhari-hari hingga tersangkut di jala seorang nenek miskin yang sedang mencari ikan. Nenek itu terpesona melihat keong yang berkilau. Ia membawanya pulang dan meletakkannya di dalam tempayan.

Esok harinya, nenek pergi lagi mencari ikan, tetapi pulang dengan tangan hampa. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke rumah: meja sudah penuh makanan lezat, dan rumahnya bersih rapi. Hal itu terus terjadi setiap hari.

Nenek penasaran. Suatu pagi ia berpura-pura pergi, lalu mengintip dari balik dinding. Ia melihat keong emas di tempayan berubah menjadi seorang gadis cantik yang mulai memasak dan menyapu.

Nenek keluar dari persembunyiannya. Gadis itu kaget, lalu menceritakan siapa dirinya. Sejak itu mereka tinggal bersama seperti nenek dan cucu, saling menyayangi, meski kutukan belum sepenuhnya hilang.

Sementara itu, Raden Inu Kertapati tidak pernah berhenti mencari tunangannya. Ia menyamar sebagai rakyat biasa dan berkelana dari desa ke desa. Penyihir yang mengetahui hal itu berusaha menyesatkannya dengan menjelma menjadi burung gagak yang memberi petunjuk palsu, tetapi seorang kakek bijak membantu Raden Inu membongkar tipu daya itu.

Suatu hari, karena kehausan, Raden Inu singgah di gubuk sang nenek. Di sana ia melihat Candra Kirana sedang memasak. Mereka saling mengenali, dan pada saat itu juga kutukan itu lenyap.

Raden Inu membawa Candra Kirana dan sang nenek ke istana. Kejahatan Dewi Galuh terbongkar. Raja menjatuhkan hukuman, dan Dewi Galuh melarikan diri karena malu. Candra Kirana dan Raden Inu pun menikah, dan sang nenek hidup bahagia bersama mereka.

Yang menarik dari kisah ini, Candra Kirana tidak menghabiskan masa kutukannya dengan meratap. Ia tetap bekerja, merawat orang yang menolongnya, dan membalas kebaikan dengan kebaikan.

💖 Pesan Moral

  • Iri hati mendorong orang berbuat jahat, tetapi kejahatan pada akhirnya akan terbongkar.
  • Balaslah kebaikan dengan kebaikan, seperti keong emas yang merawat sang nenek.
  • Kesetiaan dan kegigihan Raden Inu menunjukkan bahwa cinta sejati mau berjuang.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari cerita rakyat Keong Mas dari Jawa Timur, bagian dari kelompok cerita Panji.