Kakek yang Membuat Pohon Berbunga
Hanasaka Jiisan menaburkan abu, dan pohon-pohon yang layu pun berbunga. Gambar: Tidak diketahui (meniru gaya Katsushika Hokusai) · Public domain · sumber
Dahulu kala di sebuah desa di Jepang hiduplah sepasang kakek dan nenek yang baik hati. Mereka memelihara seekor anjing putih bernama Shiro, yang mereka sayangi seperti anak sendiri. Di sebelah rumah mereka tinggal pasangan tua lain yang iri hati dan serakah.
Suatu hari Shiro menggonggong dan mengais-ngais tanah di kebun. “Gali di sini, gali di sini!” seakan ia berkata. Kakek mengambil cangkul dan menggali. Ternyata di dalam tanah terkubur sebuah peti berisi kepingan emas.
Tetangga yang serakah mendengar kabar itu. Mereka meminjam Shiro secara paksa dan memaksanya menunjukkan harta. Ketika Shiro mengais tanah, mereka menggali, tetapi yang mereka temukan hanya sampah dan kotoran. Dengan marah, mereka memukul Shiro sampai mati.
Kakek dan nenek sangat berduka. Mereka menguburkan Shiro di bawah sebatang pohon. Tak lama kemudian, pohon itu tumbuh luar biasa cepat. Kakek bermimpi Shiro berpesan agar pohon itu ditebang dan dibuat menjadi lesung. Ketika lesung itu dipakai menumbuk beras, setiap butirnya berubah menjadi emas.
Tetangga yang iri meminjam lesung itu. Namun ketika mereka menumbuk, yang keluar justru kotoran. Karena marah, mereka membakar lesung itu sampai menjadi abu.
Dengan sedih kakek mengumpulkan abu lesung itu ke dalam keranjang. Sekali lagi Shiro datang dalam mimpinya: “Taburkan abu itu ke pohon-pohon yang layu.”
Kakek melakukannya. Begitu abu itu menyentuh dahan-dahan pohon sakura yang kering, ajaib, pohon-pohon itu langsung berbunga lebat berwarna merah muda, padahal musim semi belum tiba.
Kebetulan seorang bangsawan sedang lewat dalam iring-iringannya. Ia terpesona melihat keajaiban itu dan memberikan hadiah yang melimpah kepada kakek.
Tetangga yang serakah pun mengumpulkan sisa abu dan mencoba hal yang sama di depan sang bangsawan. Namun pohon-pohon itu tidak berbunga. Abunya malah beterbangan masuk ke mata sang bangsawan dan para pengawalnya. Tetangga itu pun dihukum atas perbuatannya.
Kakek dan nenek yang baik hidup tenteram. Kakek itu kemudian dikenal sebagai Hanasaka Jiisan, kakek yang membuat pohon-pohon berbunga.
💖 Pesan Moral
- Kebaikan dan kasih sayang yang tulus terus berbuah, bahkan setelah kehilangan.
- Iri hati dan keserakahan tidak pernah bisa meniru berkah yang lahir dari hati yang baik.
- Dari abu kesedihan, bunga-bunga baru masih bisa mekar.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari dongeng rakyat Jepang Hanasaka Jiisan (Kakek yang Membuat Pohon Berbunga), yang dikenal luas sejak zaman Edo dalam berbagai versi.