Orang Zheng Membeli Sepatu (郑人买履)
Sepasang sepatu sutra kuno dari Dinasti Liao. Untuk membeli sepasang sepatu, orang Zheng lebih percaya pada tali ukuran daripada kakinya sendiri. Gambar: Tidak diketahui (koleksi Cleveland Museum of Art) · CC0 · sumber
Di negeri Zheng, ada seorang lelaki yang sepatunya sudah sangat usang. Solnya menipis dan jahitannya mulai lepas. Ia memutuskan untuk membeli sepasang sepatu baru di pasar kota.
Lelaki itu dikenal sangat teliti dan suka segala sesuatu yang serba tertib. Malam sebelum berangkat, ia duduk di rumah, meletakkan kakinya di atas selembar kain, lalu mengukurnya dengan seutas tali. Panjang telapak kakinya ia tandai dengan cermat. Lebarnya pun ia ukur. Setelah puas, ia meletakkan tali ukuran itu di kursinya.
“Dengan ukuran ini, aku pasti mendapat sepatu yang pas,” katanya puas.
Keesokan paginya ia berangkat ke pasar. Perjalanannya cukup jauh. Setibanya di sana, ia langsung mencari lapak penjual sepatu dan mulai memilih-milih. Ada banyak model, ada yang dari kain, ada yang dari kulit. Akhirnya ia menemukan sepasang yang ia sukai.
Ia merogoh sakunya untuk mengambil tali ukuran. Kosong. Ia merogoh saku yang lain. Juga kosong. Barulah ia ingat: tali itu tertinggal di atas kursi di rumahnya.
“Aduh, aku lupa membawa ukurannya!” serunya. Ia meletakkan sepatu itu kembali dan berkata kepada penjualnya, “Tunggu sebentar, aku pulang dulu mengambil ukuranku.”
Ia berjalan bergegas pulang, mengambil tali di atas kursi, lalu berjalan kembali ke pasar. Tetapi ketika ia tiba, hari sudah sore. Pasar sudah bubar, dan para pedagang sudah menutup lapak mereka. Ia tidak jadi membeli sepatu.
Seorang kenalan yang melihatnya bertanya heran, “Kenapa tadi tidak kau coba saja sepatunya dengan kakimu sendiri?”
Lelaki itu menjawab dengan sangat yakin, “Aku lebih percaya pada ukuran yang sudah kubuat daripada pada kakiku sendiri.”
Kisah ini dicatat oleh Han Feizi untuk menyindir orang yang terpaku pada aturan, teori, atau catatan di atas kertas, sampai-sampai mengabaikan kenyataan yang ada tepat di depan mata. Dari kisah inilah lahir peribahasa 郑人买履 (Zhèng rén mǎi lǚ), “orang Zheng membeli sepatu”, dan ungkapan 宁信度,无自信也, “lebih percaya ukuran daripada percaya pada diri sendiri”.
Kisah ini memang lucu, tetapi kalau mau jujur, kita pun kadang seperti itu. Kita memegang teguh rencana, data, atau kebiasaan, padahal kenyataan sudah menunjukkan jawaban yang lebih jelas.
💖 Pesan Moral
- Aturan dan ukuran adalah alat, bukan tujuan. Jangan sampai alat lebih dipercaya daripada kenyataan.
- Gunakan akal sehat. Kadang jawaban paling sederhana ada tepat di depan kita.
- Berani bersikap luwes ketika keadaan menuntut cara yang berbeda.
Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari kitab Han Feizi, bab “Wai Chu Shuo Zuo Shang”, karya filsuf Han Fei (abad ke-3 SM), asal-usul peribahasa 郑人买履.