Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Terry Fox dan Maraton Harapan

3 menit baca

Patung Terry Fox di Mile 0, St. John's, tempat Marathon of Hope dimulai. Gambar: Gordon Leggett · CC BY-SA 4.0 · sumber

Pada 12 April 1980, di dekat St. John’s, Newfoundland, seorang pemuda berkaki satu mencelupkan kaki palsunya ke Samudra Atlantik dan mengisi dua botol besar dengan air laut. Satu botol akan ia simpan. Satu lagi akan ia tuang ke Samudra Pasifik setelah berlari melintasi seluruh Kanada, sekitar 8.000 kilometer jauhnya. Hanya sedikit orang yang memperhatikan.

Terry Fox lahir di Winnipeg pada 28 Juli 1958, anak pekerja kereta api. Ia pelari jarak jauh dan pemain basket, dan kuliah kinesiologi di Universitas Simon Fraser. Pada Maret 1977 lututnya yang lama sakit diperiksa, dan dokter menemukan osteosarkoma, sejenis kanker tulang. Kaki kanannya harus diamputasi. Ia diberi tahu peluang hidupnya 50 persen, dan dua tahun sebelumnya peluang itu hanya sekitar 15 persen. Perbedaan itu membuatnya sadar betapa besar nilai penelitian kanker. Enam belas bulan kemoterapi ia jalani, dan ia melihat sendiri penderitaan pasien lain.

Malam sebelum operasinya, ia diberi artikel tentang Dick Traum, orang pertama berkaki amputasi yang menamatkan New York City Marathon. Artikel itu menyalakan sesuatu. Ia berlatih selama 14 bulan. Pada 2 September 1979 ia ikut lomba lari 27 kilometer di Prince George dan finis paling akhir, sepuluh menit di belakang peserta terdekat, tetapi disambut tangis dan tepuk tangan. Bulan berikutnya ia menulis kepada Canadian Cancer Society, menyampaikan rencananya dan meminta dukungan. Harapannya berkembang dari satu juta dolar menjadi satu dolar dari setiap warga Kanada, yang saat itu berjumlah 24 juta orang.

Ia menamainya Marathon of Hope. Setiap hari ia berlari kira-kira sejauh satu maraton penuh, dengan gaya loncatan khas karena kaki palsunya, ditemani sahabatnya Doug Alward yang menyetir van dan memasak. Sambutan awalnya sepi. Saat tiba di Ontario ia sudah menjadi bintang nasional. Isadore Sharp, pendiri Four Seasons yang kehilangan putranya karena melanoma, memberinya makan dan penginapan, dan mengajak hampir seribu perusahaan menyumbang per mil.

Pada 1 September 1980, di luar Thunder Bay, ia terbatuk hebat dan dadanya sakit. Penonton terus menyemangatinya, dan ia sempat berlari lagi, tetapi kemudian minta dibawa ke rumah sakit. Esoknya, dengan berlinang air mata, ia mengumumkan bahwa kankernya kembali dan sudah menyebar ke paru-paru. Larinya berakhir setelah 143 hari dan 5.373 kilometer. Ia menolak tawaran orang lain untuk menyelesaikan lari itu atas namanya, karena ingin menuntaskannya sendiri.

Ia belum bisa kembali. Terry Fox meninggal pada 28 Juni 1981, sebulan sebelum ulang tahun ke-23. Saat ia berhenti berlari, sumbangan sudah mencapai 1,7 juta dolar. Beberapa hari kemudian sebuah acara televisi nasional mengumpulkan 10,5 juta dolar lagi. Terry Fox Run pertama diadakan tahun 1981, dan kini diikuti jutaan orang di lebih dari 60 negara. Sampai awal 2026, lebih dari satu miliar dolar Kanada telah terkumpul atas namanya.

💖 Pesan Moral

  • Tujuan yang belum tercapai pun bisa mengubah dunia. Ia tak pernah sampai ke Pasifik, tetapi larinya tak berhenti di Thunder Bay.
  • Finis terakhir bukan berarti gagal. Lomba di Prince George justru membuktikan ia sanggup.
  • Angka bisa menjadi harapan. Lonjakan peluang hidup dari 15 ke 50 persen memberinya alasan untuk berlari.

Disusun oleh Gudang Inspirasi dari catatan sejarah tentang Terry Fox dan Marathon of Hope.