Gudang Inspirasi Hidup
Inspirasi

Kelelawar, Burung, dan Binatang

2 menit baca

Kelelawar terbang sendirian di bawah bulan, ditolak oleh burung maupun binatang darat. Gambar: Joseph Jacobs / Richard Heighway · Public domain · sumber

Burung-burung dan binatang darat pernah berperang. Tak seorang pun ingat lagi apa sebabnya, tetapi pertempuran berlangsung lama, dan kemenangan berpindah-pindah. Hari ini elang dan rajawali menyapu padang dari udara. Esok harinya singa dan serigala memukul mundur mereka sampai ke pepohonan.

Di tengah perang itu ada satu makhluk yang bingung sekaligus cerdik, yaitu kelelawar. Ia punya sayap, jadi bisa mengaku burung. Ia berbulu dan punya gigi, jadi bisa mengaku binatang darat. Kedua pihak mengirim utusan untuk memintanya bergabung, dan kepada keduanya ia memberi jawaban yang samar.

“Nanti saya pikirkan,” katanya. “Keadaan sedang sulit.”

Sambil berkata begitu, ia mengamati jalannya pertempuran dari dahan yang gelap.

Ketika burung-burung tampak unggul, kelelawar terbang masuk ke barisan mereka. “Lihatlah sayapku,” serunya. “Aku ini saudara kalian!” Mereka terlalu sibuk bertempur untuk bertanya.

Beberapa hari kemudian keadaan berbalik. Binatang darat maju dan burung-burung terdesak. Kelelawar diam-diam menyelinap keluar, lalu muncul di perkemahan singa. “Perhatikan buluku dan gigiku,” katanya. “Burung mana yang punya gigi? Aku di pihak kalian sejak awal.”

Begitulah seterusnya. Selama perang berlangsung ia selalu berada di pihak yang sedang menang, dan ia merasa dirinya makhluk paling pandai di dunia. Saudara-saudaranya gugur, tetapi ia selalu lolos tanpa luka.

Akhirnya perang itu berhenti. Kedua pihak lelah dan sepakat berdamai. Burung-burung dan binatang darat duduk bersama, saling menghitung kerugian, saling menceritakan pertempuran masing-masing. Di sanalah sebuah nama terus-menerus disebut oleh kedua belah pihak.

“Kelelawar bertempur di barisan kami di tepi danau,” kata seekor bangau.

“Di tepi danau? Hari itu ia bersama kami,” kata seekor beruang.

Mereka terdiam, lalu saling memandang. Segera semuanya menjadi jelas.

Ketika kelelawar datang hendak ikut merayakan perdamaian, burung-burung mengusirnya karena ia bukan burung. Binatang darat mengusirnya karena ia bukan bagian dari mereka. Tak ada satu pun pihak yang mau menerimanya.

Maka ia menyingkir ke gua dan celah-celah yang gelap. Sejak saat itu, menurut dongeng ini, kelelawar hanya keluar pada malam hari, sendirian, ketika burung sudah tidur dan binatang darat tidak memperhatikan.

💖 Pesan Moral

  • Selalu berpihak pada yang menang akan terbaca juga. Orang mungkin diam selama masih sibuk, tetapi mereka mengingatnya.
  • Keselamatan yang didapat dengan berkhianat harganya mahal. Kelelawar selamat dari perang, lalu kehilangan semua tempat untuk pulang.
  • Kesetiaan paling berharga saat keadaan sulit. Dukungan yang datang hanya ketika sudah aman tidak banyak artinya.

Diceritakan ulang oleh Gudang Inspirasi dari fabel Aesop “The Birds, the Beasts, and the Bat”.